1 Kabupaten/Kota Minimal Punya 1 PCR – Aspiratif News

1 Kabupaten/Kota Minimal Punya 1 PCR - Warta Batavia
Views: 1640
Read Time:2 Minute, 51 Second

1 Kabupaten/Kota Minimal Punya 1 PCR – Aspiratif News

MENTERI Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meminta tiap-tiap kabupaten dan kota mempunyai paling sedikit 1 mesin PCR. Dia meminta untuk Bupati dan Walikota Madiun untuk mengusulkan pengadaan PCR untuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional.

“Tadi saya sudah minta ke Pak Walikota dan Pak Bupati untuk mempelajari kemungkinan pengadaan PCR, mesin PCR di masing-masing RS. Paling tidak di kabupaten atau kota punya 1,” Jelas Menko PMK dalam Penjelasan legal, Jumat (17/7).

Kecuali itu, untuk pengadaan kebutuhan operasional seperti PCR kits, reagen ekstraksi, dan lainnya, menurut Muhadjir dapat diberikan untuk masing-masing pemerintah kabupaten dan kota.

“Jikalau dapat pengadaannya dapat diberikan pada masing-masing kabupaten kota dengan anggaran untuk covidnya. Jikalau tidak nanti juga dapat mengusulkan ke Kementerian Kesehatan,” katanya.

Muhadjir mengungkapkan hal tersebut wajib dikerjakan untuk mempercepat kepastian status pasien apakah dalam keadaan suspek atau terkonfirmasi positif covid-19. 

READ  Riwayat Toko Kitab di Solo di Tahun 1930-an - Aspiratif News

Sebab, kata dia, masih banyak Perkara pasien sampai meninggal dunia tidak diketahui statusnya, apakah positif atau negatif covid-19. Karena itu, untuk mengurangi Perkara serupa terulang, maka menurutnya wajib tersedia mesin PCR. 

“Supaya itu, maka tiap-tiap kabupaten kota wajib punya mesin PCR sendiri. Sehingga spesimen tidak Penting dikirim keterlaluan jauh tapi juga dapat di tempat itu,” katanya.

“Jadi paling tidak mereka wajib cepat diketahui statusnya. Targetnya maksimum 2 hari sudah dapat diketahui,” imbuhnya.

baca juga: Dinkes Sampang Perketat Izin Isolasi Mandiri

Muhadjir meminta pemerintah kabupaten kota untuk menyediakan ruangan spesial dengan tingkat keamanan tinggi sebagai tempat mesin PCR dan temlat dilakukannya pengetesan spesimen. Penyediaan Fasilitas tersebut dapat di RSUD kabupaten/kota atau di RS swasta.

“Karena itu saya juga minta untuk Pak Bupati dan Pak Walikota tolong disiapkan ruangan untuk BSL-2 minimum. Syukur-syukur BSL-3. Jadi yang tingkat keamanannya level 2. Syukur-syukur dapat level 3,” tandasnya. (OL-3)


1 Kabupaten/Kota Minimal Punya 1 PCR – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *