sholat-tahajud.jpg

10 Sebab Orang Shalatnya Tidak Diterima

Diposting pada

Muslimoderat.net – Pakar hadits Ibn Hajar As-Asqalani (773-852 H) meriwayatkan hadits kenabian yang menyebutkan sepuluh jenis orang yang shalatnya tidak diterima Allah SWT. Hadis tersebut dijelaskan lebih lanjut oleh Syekh Nawawi Banten dalam karyanya, Nasha’ihul Ibad halaman 70.

Berikut kutipan singkat dari Hadits Nabi yang dikutip dalam Kitab Nasha’ihul Ibad Syekh Nawawi Banten mengenai sepuluh jenis orang yang shalatnya tidak diterima Allah SWT:

عشرة نفر لن يقبل الله تعالى صلاتهم

Artinya: “Sepuluh orang yang doanya tidak diterima oleh Allah SWT”.

Rasulullah SAW menyebutkan satu persatu macam orang yang shalatnya tidak diterima Allah SWT:

1. (Orang berdoa untuk diri mereka sendiri tanpa membaca bacaan). Abu Hanifah, Imam Malik dan Imam Ahmad bin Hanbal sepakat bahwa shalat makmum tanpa membaca Surat Al-Fatihah tetap sah.

2. (Orang yang tidak membayar zakat). Orang yang tidak melepaskan properti diharuskan memberikan persepuluhan kepada pihak yang berhak menerimanya.

3. (Imam dibenci oleh jenderalnya). Syekh Nawawi Banten mempertegas hal ini dengan mengutip hadits nabi lain, “Tiga orang yang [amal] Doa mereka tidak akan sampai ke telinga mereka, yaitu seorang budak yang melarikan diri sampai kembali kepada majikannya, istri yang bermalam dalam keadaan marah, dan seseorang yang memimpin jamaah. Bahkan jika mereka tidak menyukainya. ”

Baca Juga :  Para Pejuang Palestina, Hizbullah dan Iran Kutuk Normalisasi Hubungan Maroko dengan Israel

4. (Budak kabur dari majikannya). Budak, pria dan wanita, melarikan diri dari majikan mereka.

5. (Doa peminum alkoholik terus menerus). Syekh Nawawi Banten mengutip perkataan Rasulullah SAW, “Menahan diri dari khamar karena khamar adalah ibu dari perbuatan keji.”

6. (Istri yang bermalam saat suaminya marah).

7. (Wanita merdeka yang sholat tanpa khimar). Khimar adalah pakaian yang menutupi kepalanya.

8. (Pakai pemakan). Syekh Nawawi Banten mengutip penjelasan ulama terkait ciri-ciri pemakan pakaian. Menurut ulama, pemakan pakaian memiliki karakter yang sama dengan kelompok Yahudi yang melanggar larangan Allah berburu dan memancing di hari Sabat. Kedua kelompok ini sama-sama mengucap hila atau tipu daya, yang merupakan salah satu bentuk manipulasi atau manipulasi hukum.

9. (Pemerintah yang tidak adil).
Syekh Nawawi Banten mengutip hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dzar RA di mana Rasulullah SAW bersabda: “Pemerintah akan dihadirkan pada hari kiamat. Akan dilemparkan ke Jembatan Jahannam. Jembatan tersebut kemudian diguncang sehingga tidak dapat dijangkau kecuali menyelinap keluar dari tempatnya. Jika orang-orang yang sebelumnya menjabat sebagai pemerintah adalah Muslim yang taat dalam bentuk kebijakan yang adil, pasti dia bisa saja mengikutinya. Tetapi jika dia tidak menaati Allah dengan kebijakan yang salah, pasti jembatan itu hancur menyebabkan dia jatuh ke jurang. ”

Baca Juga :  Ansarullah Yaman Tuding Pasukan Koalisi Jadikan Penduduk Ma’rib sebagai Tameng Hidup

10. (Orang yang shalat tidak menghalangi dirinya untuk melakukan kebencian dan keburukan. Itu hanya membuatnya jauh dari Allah.

Demikian hadits yang dikemukakan oleh Syekh Ibn Hajar As-Asqalani (773-852H) dan dijelaskan lebih lanjut oleh Syekh Nawawi Banten dalam karyanya Nasha’ihul Ibad halaman 70 tentang 10 orang yang amalan sholatnya belum diterima. Hadits ini penting untuk menjadi catatan, pelajaran atau nasehat bagi kita semua. Allah Maha Tahu.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Sumber; Warta Batavia

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *