juru-bicara-kementerian-luar-negeri-teuku-faizasyah_169.jpeg

2 Remaja RI Diserang di AS, Pemerintah Minta WNI Hati-hati Xenofobia

Diposting pada

Dua remaja Indonesia dilaporkan menjadi korban penyerangan tersebut dan ditampar serta dipukuli oleh sekelompok orang di sebuah stasiun kereta api di Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat. KJRI setempat mengingatkan masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan.

“KJRI New York dan perwakilan Indonesia lainnya di Amerika Serikat terus mengingatkan warga Indonesia untuk meningkatkan kesadaran akan tren xenofobia yang berkembang di Amerika Serikat,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah, Sabtu. (27/3) / 2021).

Menanggapi kejadian tersebut, KJRI berkoordinasi dengan pihak berwenang setempat. KJRI akan menanyakan informasi yang sebenarnya.

“Konsulat Jenderal Indonesia di New York telah menghubungi perwakilan dari kantor walikota Philadelphia untuk menyampaikan keprihatinan dan menanyakan tentang penanganan kasus tersebut,” kata Faizasyah.

Faizasyah mengatakan serangan itu tergolong bullying berdasarkan informasi dari polisi setempat. Namun, pihak berwenang setempat saat ini sedang menyelidiki rekaman CCTV yang ada.

“Polisi sudah menginformasikan bahwa untuk saat ini kasus tersebut masuk dalam kategori pelecehan dan bullying,” ujarnya.

Polisi Philadelphia sedang menyelidiki rekaman kejadian CCTV untuk menentukan apakah kasus ini dilatarbelakangi oleh kebencian rasial / etnis, lanjut Faizasyah.

Baca Juga :  Istana soal Bursa Calon Kapolri: Presiden Punya Kunci

Kedua remaja tak dikenal itu memberi tahu NBC tentang kejadian itu. Menurut siaran NBC, Jumat (26/3/2021), kedua remaja itu awalnya sedang menunggu kereta api di stasiun balai kota SEPTA.

Mereka berkata tiba-tiba empat gadis mengganggunya. Sebagian dari insiden itu direkam di ponsel.

“Salah satu wanita menampar sisi kanan wajah teman saya dan mulai menangis. Seorang wanita lain menampar sisi kiri wajah saya beberapa kali hingga saya terjatuh, “kata seorang remaja.

Kecelakaan itu terjadi Minggu (21/3) lalu. Mereka mengatakan ada 15-20 orang lain di stasiun pada saat itu, tetapi kelompok perempuan tersebut pertama-tama hanya berbicara kepada orang Indonesia.

“Mengapa hanya menyerang yang lemah dan orang tua? Ini tidak adil, ”kata seorang remaja Indonesia.

NBC melaporkan bahwa anak berusia 17 dan 18 tahun percaya itu adalah serangan rasial. Oleh karena itu, mereka memilih untuk berbicara di tengah serangan anti-Asia baru-baru ini di Amerika Serikat.

“Saya pulang dan menangis karena saya sangat terkejut,” kata seorang remaja. [detik.com]

Baca Juga :  Arab Saudi Pecat Ribuan Imam Masjid Radikal dan Ekstremis

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *