29-Badan-Pengontrol-Senjata-Tuntut-AS-Hentikan-Penjualan-Alutsista-ke.jpg

29 Badan Pengontrol Senjata Tuntut AS Hentikan Penjualan Alutsista ke UEA

Diposting pada

Washington,Warta Batavia-Kantor berita Fars mengabarkan, 29 Badan Pengontrol Senjata dan HAM menentang keras penjualan rudal, jet tempur, dan drone senilai 23 milyar dolar kepada UEA. Mereka telah menandatangani surat protes dan meminta agar Kongres AS membatalkan kesepakatan tersebut.

Seth Binder, salah satu pendukung tindakan ini, mengatakan kepada Reuters,”Diharapkan bahwa penjualan ini dibatalkan secara keseluruhan. Namun jika hal ini tak bisa diwujudkan dalam jangka pendek, setidaknya ini mengirim pesan kepada Pemerintah Biden bahwa ada banyak organisasi menentang pengiriman senjata-senjata ini.”

Menurut laporan Reuters, tiga senator AS juga telah mengusulkan sebuah UU untuk menghentikan penjualan alutsista meliputi pesawat nirawak buatan perusahaan General Atomics dan Lockheed Martin selaku pembuat F-35 dan Raytheon sebagai produsen rudal.

Bob Menendez dan Chris Murphy dari Partai Demokrat serta Rand Paul dari Partai Republik adalah para senator yang berencana mengajukan tiga resolusi terpisah di Senat AS. Tujuannya adalah untuk menolak rencana Trump menjual alutsista modern kepada UEA.

Baca Juga :  Listyo Sigit Kapolri Baru, DPR: Terima Kasih Jenderal Idham Azis

Orang-orang ini mengatakan, terburu-burunya Trump untuk menjual alutsista modern telah melanggar proses pemeriksaan yang lazim di Kongres. Menurut mereka, Kemenlu Pemerintahan Trump juga tidak menjawab pertanyaan terkait bahaya keamanan yang berhubungan dengan transaksi ini.

UU di AS, yang juga mencakup transaksi persenjataan, memberi keleluasaan kepada para senator untuk merilis resolusi untuk menolak sebuah transaksi persenjataan. Meski demikian, resolusi itu harus disahkan di Senat AS yang dipimpin Republik, yang sangat jarang menentang kebijakan Trump. Selain itu, resolusi tersebut juga mesti diloloskan oleh Majelis Perwakilan yang dikuasai Demokrat.

Dalam surat yang akan dikirim ke legislator AS dan Kemenlu itu disebutkan,”Penjualan senjata yang sudah direncanakan kepada UEA, yang terlibat konflik di Yaman dan Libya, akan memicu berlanjutnya krisis kemanusiaan dan kerugian terhadap warga sipil.” (af/fars)

Baca Juga:

Sekjen PBB: Perluasaan Proyek Permukiman Israel di Tepi Barat Tertinggi dalam 4 Tahun  Terakhir

Saudi Tanggapi Tudingan Bersekongkol dengan AS dan Israel dalam Pembunuhan Fisikawan Iran

Baca Juga :  Ketua Umum MUI: Dakwah Itu Merangkul Bukan Memukul

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *