presiden-jokowi-memaparkan-perkembangan-pandemi-covid-19-4-maret-2021-youtube-sekretariat-presiden-3_169.png

3 Kabar Baik dari Jokowi Saat Setahun Corona di RI

Diposting pada

Presiden Joko Widodo (Jokowi) merilis pernyataan tentang pandemi satu tahun virus Corona (COVID-19) di Indonesia. Jokowi menyebut ada tiga kabar baik terkait pengelolaan Corona di Indonesia.

Awalnya, Jokowi mengirim pesan dalam setahun setelah pandemi virus Corona (COVID-19). Jokowi mengenang penanganan COVID-19 dan membahas ketersediaan vaksin.

“Kakak-kakak, setahun pandemi telah melanda dunia, termasuk negara kita, Indonesia. Berbagai upaya terus kita lakukan untuk menanggulangi pandemi tersebut dan tentunya pemerintah tidak bisa bekerja sendiri untuk mengatasi pandemi pandemi, dukungan dan solidaritas dari semua pihak. khususnya masyarakat, ”kata Jokowi di akun YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (24/3/2021).

Makanya, Jokowi memberikan tiga kabar baik soal penanganan virus Corona di Indonesia.

Vaksin AstraZeneca tiba di RI pada bulan Maret

Presiden Jokowi berbicara tentang penanganan COVID-19 terbaru di Indonesia setahun setelah kasus pertama masuk ke Tanah Air. Kabar baiknya adalah jutaan dosis vaksin AstraZeneca akan segera masuk ke IR.

“Kita sudah memiliki 38 juta dosis vaksin COVID-19. Tiga juta dosis sudah siap dan 35 juta dalam bentuk bahan baku vaksin,” kata Jokowi dalam video yang disiarkan di Youtube di Sekretariat Presiden, Kamis (4/3). ). / 2021).

Baca Juga :  Habib Rizieq Larang Umumkan Hasil Tes Swab, Satgas: Kami Hanya Ingin Mendata!

“Dan Insya Allah akan ada lagi 4,6 juta dosis vaksin dari AstraZeneca Maret ini,” imbuhnya.

Vaksinasi korona di Indonesia kini sudah memasuki fase 2. Setelah tenaga kesehatan memasuki fase 1, kini hanya PNS dan lansia yang bisa divaksinasi.

PPKM Mikro menunjukkan hasil yang baik

Jokowi mengatakan, penerapan pembatasan kegiatan masyarakat skala kecil (PPKM) di Jawa dan Bali telah membuahkan hasil. Tren kasus positif COVID-19, kata Jokowi, terus menurun.

“Alhamdulillah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat, PPKM skala mikro di Jawa Bali sudah menunjukkan hasil,” kata Jokowi.

Hasil positif PPKM tergambar dari tren peningkatan kasus positif COVID-19 di 7 provinsi yang terus menurun. Ketujuh provinsi tersebut adalah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali.

“PPKM mikro ini menunjukkan hasil yang cukup baik. Penambahan kasus mingguan meningkat di 7 provinsi di DKI Jakarta, Provinsi Banten, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Provinsi Jawa, dan Provinsi Bali. Trennya sepertinya terus berlanjut. Menurun. Ini sangat bagus, “katanya.

Baca Juga :  Pasukan Ansarullah Bergerak Maju ke Arah Gerbang Timur Kota Ma’rib

Kasus aktif, pengobatan, angka positif di Indonesia

Per 3 Maret 2021, rata-rata kasus aktif COVID-19 di Indonesia adalah 11,11%. Sedangkan rata-rata kasus aktif dunia telah mencapai 18,85%.

Artinya, kasus aktif di negara kita Indonesia masih di bawah rata-rata kasus aktif di dunia, kata Jokowi.

Untuk angka kesembuhan COVID-19 di Indonesia, data per 3 Maret 2021 menunjukkan angka 86,18%. Bandingkan dengan rata-rata kesembuhan COVID-19 di dunia yaitu 78,93%.

Itu artinya kita lebih baik dari rata-rata tingkat pemulihan dunia, kata Jokowi.

Untuk rata-rata angka kematian akibat COVID-19, Indonesia lebih tinggi dari angka kematian rata-rata dunia akibat COVID-19. Di Indonesia, angka kematian akibat COVID-19 per 3 Maret 2021 adalah 2,71%. Tingkat kematian di seluruh dunia akibat COVID-19 adalah 2,22%.

“Nah ini yang perlu kita perhatikan dan kita perlu kerja keras agar angka kematian di Indonesia bisa lebih rendah dari angka kematian dunia. Tapi angka kematian ini sudah meningkat pesat sejak penanganan COVID dan saya rasa kita Kerja keras sudah membuahkan hasil yang baik, ”kata Jokowi.

Baca Juga :  Pakai Baju Rizieq, Driver Ojek Online Terduga Teroris Digerebek di Ciputat

Pada Januari 2021, angka positif kasus COVID-19 di Indonesia menunjukkan angka 36,19%. Per 2 Maret 2021, angka positif COVID-19 di Indonesia adalah 18,60%.

Semoga turun juga, ”kata Jokowi. [detik.com]

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *