Juli 14, 2020

ASPIRATIF

Aspiratif Situs Web Berbagi Aspirasi dan Berita Indonesia Terkini, Update Setiap Hari ….

3 Kunci Keindahan Paras Batin menurut Imam al-Ghazali – Aspiratif News

8 Views
Read Time:2 Minute, 14 Second

3 Kunci Keindahan Paras Batin menurut Imam al-Ghazali – Aspiratif News

Mungkin saja ada yang menanyakan, “Apa sih arti keindahan paras batin itu?” Tiap-tiap orang berpeluang merasakan sesuatu yang tidak dapat ditangkap 5 panca indra. Bagaimana seorang Muslim dapat merasakan cinta untuk para nabi, ulama dan sahabat, sedangkan secara fisik, mereka tidak pernah saling berjumpa? Contoh sejenisnya ialah: sama-sama ada pemimpin, yang 1 adil, bijak bestari, berani, sayang untuk rakyatnya; yang lainnya zalim, pandir, dan pemarah; secara akal sehat manakah yang akan kita sukai? Tentu pemimpin yang ke-1. Semua perasaan itu tidak terindra.

 

Ketika dikisahkan soal kejujuran Abu Bakar, strategi yang dipunyai Umar, kedermawanan Utsman, dan keberanian Ali, seseorang tentu akan menyukai para sahabat Nabi ini. Jelas bukan sebab ketampanan muka merekakarena kita belum pernah berjumpa dengan mereka. Seumpama sudah berjumpa sekali pun, ketampanan muka bukan jadi tolok ukurnya, melainkan keindahan paras batin mereka. Kondisi serupa juga terjadi pada bagusnya akhlak Nabi Muhammad. Seandainya mau jujur dan berterus terang, para pembenci beliau pun sesungguhnya mengakui keluhuran budi Nabi. Cuma saja, kesombongan dan iri hati menyumbat legitimasi tersebut.

 

Cerita di atas ialah contoh keindahan paras batin. Imam Ghazali dalam kitabnya Al-Arbain fi Ushulid Dîn menerangkan, ada 3 kriteria yang Penting dipenuhi seseorang sehingga mereka dapat memperoleh keindahan paras batin, yaitu ilmu, kesanggupan, dan kebersihan hati dari ragam cacat.

 

Ke-1, ilmu. Maksudnya, orang yang ingin memperoleh keindahan paras batin Penting mempunyai keilmuan yang cukup soal Allah, malaikat, rasul, kitab Allah, keajaiban-keajaiban kerajaan Allah dan ilmu-ilmu yang dibawakan oleh Nabi secara detail

 

Ke-2, kesanggupan. Seseorang wajib sanggup mengalahkan diri sendiri dengan memecahkan syahwat, keinginan-keinginan nafsunya, lalu membawanya ke jalan lurus, juga sanggup membawa hamba-hamba yang Ada di sekitarnya dengan trik jitu sehingga mereka menapakai jalan yang lurus.

 

Ketiga, kebersihan hati. Paras hati jadi indah jikalau Disokong dengan kebersihan jiwa dari kebodohan, pelit, dengki, dan sifat-sifat buruk sejenis. Kesanggupan menggabungkan antara kesempurnaan ilmu, kesanggupan, dengan dibarengi akhlak yang baik, Ialah kunci keindahan paras batin. 3 kriteria tersebut Ialah sesuatu yang tidak dipunyai oleh haewan.

 

 

Jika Anda dapat mencintai ketiga sifat di atas, lalu Anda dapat melihat sosok Nabi Muhammad yang mempunyai ketiga sifat tersebut secara komplet, maka cinta Anda untuk Nabi Muhammad Ialah cinta yang naluriyah (dharuri). setelah dapat mencintai Nabi Muhammad secara naluriah. Kita kemudian dapat melihat bahwa semua sifat Nabi Muhammad diciptakan oleh Allah ta’ala. Dengan demikiain, kita jadi tahu, jikalau Nabi Muhammad saja yang diciptakan Allah dapat sesempurna ini, seterusnya kita akan jadi tahu bahwa betapa sempurnanya Allah subhanahu wa ta’ala.

 

 

Ustadz Ahmad Mundzir, pengajar di Pesantren Raudhatul Qur’an an-Nasimiyyyah, kota Semarang

3 Kunci Keindahan Paras Batin menurut Imam al-Ghazali – Aspiratif News

0 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %