4-Fakta-di-Balik-Kecelakaan-Maut-Sumedang-Bus-Telat-Uji.jpeg

4 Fakta di Balik Kecelakaan Maut Sumedang, Bus Telat Uji KIR hingga Dugaan Kesalahan Sopir

Diposting pada

Sumedang, Warta Batavia–Bus Sri Padma Kencana jatuh ke tebing di Tanjakan Cae, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (10/3/2021).

Kecelakaan fatal ini menewaskan 27 orang di tempat dan 39 lainnya selamat.

Menurut keterangan Kepala Operasi dan Perhatian Basarnas Bandung, Supriono, bus ini mengangkut rombongan peserta ziarah dan tur keliling siswa SMP IT Al Muawwanah, Cisalak, Subang. Penumpangnya adalah remaja, dewasa, dan bahkan anak-anak kecil

“Kita sudah hitung dari kapasitas bus ada 63 tempat duduk. Lalu sampai pagi tadi pukul 07.40 WIB sudah ditemukan 66 korban,” ujarnya. Kompas.

Pasca kejadian ini, Kementerian Perhubungan, Dinas Perhubungan dan warga sekitar pun mengungkap sejumlah fakta dan dugaan terkait kecelakaan fatal tersebut. Berikut detailnya seperti yang dilaporkan Kompas.

  1. Kementerian Perhubungan menemukan bus terlambat untuk uji KIR

Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Budi Setiyadi mengatakan, pihaknya masih menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut. Namun, Kementerian Perhubungan menemukan bahwa bus tersebut terlambat dalam uji KIR.

Uji KIR merupakan uji kelayakan teknis kendaraan bermotor di jalan raya khususnya kendaraan pengangkut penumpang dan barang.

Baca Juga :  Cerita Mahfud Ngobrol dengan Ponakannya yang Ngaku Simpatisan HRS

Penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan, sedangkan informasi yang didapat adalah adanya keterlambatan dalam pengujian KIR, kata Budi dalam keterangan resminya, Kamis (11/3/2021).

Penyelidikan atas insiden tersebut melibatkan polisi, Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), dari Basarnas hingga Jasa Raharja.

  1. Agen Transportasi mengatakan penghalang tidak tahan dengan kecepatan bus

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Hery Antasari mengungkapkan rel penjagaan sebenarnya sudah ada. Namun, saat tabrakan terjadi, median tidak mampu menahan bus. Bus terus berjalan hingga jatuh dari tebing.

“Pagar pengaman ada di sana. Namun, pagar pengaman ini kurang kokoh untuk menahan bus hingga menabrak jurang,” kata Hery melalui telepon selulernya, Kamis (11/3/2021).

  1. Cae naik disebut tempat yang rawan kecelakaan

Hery mengatakan jalur ini rawan kecelakaan.

Jalur ini rawan kecelakaan, kata Hery.

Menurutnya, hasil pengolahan TKP nantinya akan dijadikan bahan evaluasi agar tidak ada lagi kejadian di tempat.

“Kami mengevaluasi semuanya dalam jangka pendek dan panjang, termasuk menilai keberadaan pagar pembatas, batas jalan, dan rambu-rambu jalan,” jelasnya.

Baca Juga :  Astaghfirullah! Program Rumah DP Rp0 Anies Diperiksa KPK

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munur juga mengatakan lokasi kecelakaan bus di Tanjakan Cae rawan terjadi kecelakaan.

“Iya sering terjadi kecelakaan di sana, harus hati-hati di sana. Ini jalan provinsi, tapi kita tetap sediakan lampu PJU, marka jalan dan lain sebagainya. Ini jadi perhatian kita secepatnya,” ucapnya.

  1. Pengemudi tersebut diduga tidak memahami medan

Warga setempat Waslim mengatakan daerahnya sangat berliku sehingga pengguna jalan harus sangat berhati-hati. Ia menduga pengemudi tersebut tidak memahami medan di jalan raya.

“Kondisinya sangat terjal dan berkelok-kelok. Kalau pilot tahu medan di sini pasti sudah paham, ”ucapnya.

“Mungkin sopirnya tidak tahu medannya, jadi sebelum masuk jurang dia tidak paham bagaimana cara mengontrol bus,” imbuh Waslim. (ra / kompas)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *