Juli 14, 2020

ASPIRATIF

Aspiratif Situs Web Berbagi Aspirasi dan Berita Indonesia Terkini, Update Setiap Hari ….

4 Kategori Pertanyaan yang Penting Diketahui Menurut Imam Al-Ghazali – Aspiratif News

7 Views
Read Time:4 Minute, 13 Second

4 Kategori Pertanyaan yang Penting Diketahui Menurut Imam Al-Ghazali – Aspiratif News

Imam Al-Ghazali mengilustrasikan pertanyaan yang diusulkan oleh orang yang tidak tahu sebagai Penjelasan penyakit yang diusulkan oleh pasien untuk dokter. Adapun jawabannya diumpamakan sebagai usaha dokter dalam menyembuhkan penyakit tersebut.

Orang bodoh ialah pasien yang sakit. Adapun ulama ialah dokternya. Ulama yang kurang memenuhi syarat tidak layak jadi dokter. Mereka yang layak mengobati penyakit kebodohan dalah ulama yang memenuhi syarat kesempurnaan (al-alimul kamil) karena ia dapat mengetahui hakikat penyakit.

Waktu penyakit keterlaluan parah dan tidak mungkin dapat diobati, seorang dokter yang amat ahli dan berpengalaman sekalipun kadang tidak berusaha mengobati penyakitnya. Seorang ulama tidak selalu menjawab semua pertanyaan yang diusulkan oleh masarakat karena kebodohan terbagi 4 kategori kata Imam Al-Ghazali.

واعلم أن مرض الجهل أربعة أقسام: ثلاثة لاعلاج لها وواحد يمكن علاجه

Artinya, “Ketahuilah, penyakit kebodohan ada 4 kategori. 3 di antaranya tidak dapat disembuhkan. Tetapi 1 lainnya kemungkinan dapat disembuhkan,” (Lihat Imam Al-Ghazali, Khulashatut Tashanif fit Tashawwuf pada Majmu’atu Rasa’ilil Imam Al-Ghazali, [Kairo, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah: tanpa tahun] halaman 189).

Ke-1, pertanyaan atau Penjelasan pengantar yang bersumber dari hasad atau kedengkian. Hasad ialah penyakit yang (hampir-hampir) tidak dapat disembuhkan. Tiap-tiap kali pertanyaan ini dijawab dengan bermacam penjelasan, maka respon itu cuma menambah hasad orang yang menanyakan. Hasad orang itu akan menambah kesombongannya.

Al-Imam Al-Ghazali menganjurkan kita untuk tidak menjawab pertanyaan kategori ini. Ia mengutip syair sebagai berikut:

كلُّ العداوة قد ترجى إزالتها إلا عداوة من عاداك من حسد

Artinya, “Tiap-tiap permusuhan terkadang dapat diinginkan hilang (padam) kecuali permusuhan yang memusuhimu karena hasad,” (Lihat Imam Al-Ghazali, Khulashatut Tashanif fit Tashawwuf: 189).

Al-Imam Al-Ghazali menganjurkan kita untuk melalaikan dan berpaling dari pertanyaan orang dengki sebagai bentuk pengamalan Surat An-Najm ayat 29. Karena, penjelasan dan usaha penyembuhan ketidaktahuan seseorang yang dilatari kedengkian cuma akan menyalakan api kedengkiannya. alasannya, pertanyaan yang dilontarkan sungguh bukan diniatkan untuk mengobati ketidaktahuannya, tapi karena kedengkiannya.

فَأَعْرِضْ عَنْ مَنْ تَوَلَّى عَنْ ذِكْرِنَا وَلَمْ يُرِدْ إِلَّا الْحَيَاةَ الدُّنْيَا

Artinya, “Berpalinglah dari orang yang berpaling dari mengingat Kami; dan yang tidak  menginginkan selain kehidupan dunia,” (Surat An-Najm ayat 29).

Ke-2, penyakit yang bersumber dari kedunguan dan kebebalan (al-hamaqah atau al-ahmaq). Penyakit ini nyaris tidak dapat disembuhkan. Nabi Isa AS menerangkan, “Saya berdaya untuk menghidupkan orang mati. Tetapi saya tidak berdaya membenahi orang bebal.”

Orang dungu atau bebal ialah orang yang mempelajari 1 2 hari sebuah ilmu dan belum masuk sama sekali mempelajari ilmu aqli (salah satunya ilmu kalam, ilmu tauhid, atau ilmu logika) dan ngeyelnya setengah mati. Dijelasin juga tidak mau mengerti karena bawaan ilmu segenggam. Tetapi dengan bekal ilmu sehari atau 2 hari, ia mengusulkan pertanyaan (sejenis sanggahan atau penolakan) untuk ulama yang menghabiskan usianya untuk mempelajari dan memperdalam bermacam ilmu pengetahuan.

Orang dungu atau bebal tidak menyadari penolakan atau sanggahan seorang pelajar pemula untuk seorang alim (guru) besar bersumber dari kebodohan dan ketidaktahuan. Ia tidak menyadari kesanggupan dirinya dan kesanggupan keilmuan guru besar tersebut karena kedunguan dan kebebalannya. Oleh karena itu, kita disarankan untuk berpaling dan melalaikan respon untuk orang seperti ini. (Lihat Imam Al-Ghazali, Khulashatut Tashanif fit Tashawwuf: 189).

Pada Kesempatan lain, Imam Al-Ghazali menerangkan, orang dungu atau bebal ialah orang yang menuntut sedikit dari bagian ilmu sebentar atau instan (zamanan qalilan) baik ilmu aqli maupun ilmu syariat. Ia mencoba mengusulkan pertanyaan untuk seorang ulama besar yang menghabiskan umurnya untuk ilmu aqli dan ilmu sya’ri. Tetapi konyolnya, ia menyangka bahwa sebuah materi pengetahuan yang problematik (musykil) menurutnya juga musykil menurut si alim besar. (Lihat Imam Al-Ghazali, Ayyuhal Walad pada Majmu’atu Rasa’ilil Imam Al-Ghazali, [Kairo, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah: tanpa tahun] halaman 283).

Ketiga, penyakit orang yang melontarkan pertanyaan karena kelemahan daya pikir atau IQ rendah (baladah atau balid). Orang ini meminta penjelasan atas ucapan ulama. Tetapi ia sesungguhnya tidak mempunyai kecakapan untuk memahami hakikat ucapan ulama karena keterbatasan daya pikirnya.

Ia menanyakan pandangan-pandangan dan pokok pikiran ulama yang pelik, jelimet, rumit, abstrak, atau “tinggi” lagi-lagi karena keterbatasan daya jangkau pikirannya. Tetapi ia tidak menyadari kapasaitas daya pikirnya. Untuk orang ini, Imam Al-Ghazali menganjurkan kita untuk melalaikan pertanyaan mereka sesuai sabda Nabi Muhammad SAW berikut ini:

نحن معاشر الأنبياء أمرنا بأن نكلم الناس على قدر عقولهم

Artinya, “Kami para nabi diperintahkan untuk berbicara untuk ummat manusia sesuai kesanggupan daya pikir mereka.”

Ke-4, penyakit orang yang mencari petunjuk dan ia mempunyai kecerdasan, kecakapan, dan kesanggupan serta daya pikir yang bagus untuk menerima pelajaran. Ia tidak terpengaruh dan terbawa hanyut oleh marah, syahwat, hasad, kerakusan pada harta, dan nafsu gila kekuasaan.

 

Ia ialah orang yang mencari jalan kebenaran. Ia melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang tidak membingungkan. Pasien seperti ini, kata Al-Imam Al-Ghazali, dapat disembuhkan. Usaha pengobatan ke orang seperti ini layak bahkan wajib ditempuh. Wallahu a’lam. (Alhafiz Kurniawan)

4 Kategori Pertanyaan yang Penting Diketahui Menurut Imam Al-Ghazali – Aspiratif News

0 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %