Kamp Pengungsi Suriah, Wanita dan Anak Australia Diculik

4 Wanita dan Anak-anak Australia Diculik di Kamp Pengungsi Suriah

Diposting pada
Read Time:1 Minute, 43 Second

Wanita dan Anak-anak Australia Diculik dari Kamp Pengungsi Suriah

AL HAWL – Warga Australia eks penduduk ISIS yang terdiri atas wanita dan anak-anak telah diculik dari kamp pengungsi Al-Hawl yang dikelola Kurdi di Suriah Timur Laut.

Penculikan itu terjadi pada Sabtu tengah malam, dilakukan oleh para pria bersenjata yang tiba di kamp itu. Mereka mengikat tangan empat wanita dan sepuluh anak yang semuanya warga Australia. Wanita dan anak-anak dipaksa masuk mobil van dan dibawa kabur dari kamp tersebut.

Save the Children, lembaga amal asal Inggris memperingatkan atas aksi penculikan itu. Mat Tinkler, Direktur Australia Save the Children menyatakan insiden itu sangat mengkhawatirkan.

“Kami sangat menyesalkan kejadian itu. Mereka diambil dari kamp itu,” ujar Tinkler.

Mengenai para penculiknya tak diketahui dan belum bisa dipastikan afiliasinya dengan kelompok mana pun. Tinkler menjelaskan, “Kami tidak tahu keberadaan mereka saat ini jadi kami sangat khawatir dengan keadaan mereka.”

Kamp Al-Hawl merupakan salah satu dari banyak kamp yang dikontrol dan dijaga Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin kaum Kurdi dan Unit Proteksi Rakyat (YPG).

Mungkinkah warga Australia kembali ke negara asalnya

Kamp itu menampung puluhan ribu anggota keluarga mantan tentara Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Banyak dari mereka yang ditahan di kamp itu adalah warga negara asing dari seluruh dunia yang berangkat ke Suriah dari negara asalnya untuk bergabung sebagai penduduk negara khilafah ISIS atau mereka yang lahir di Suriah dari orang tua warga asing itu.

Di kamp Al-Hawl menampung kurang lebih sebanyak 70.000 pengungsi, di anatara mereka ada sekitar 20 wanita dan 47 anak asal Australia.

Baca Juga :   Anarkisme Laskar Takfiri di Pasar Kliwon Solo, GP Ansor Jateng Desak Polisi Tangkap Para Perusuh

Tinkler menginformasikan, meski alasan para penculik masih tak diketahui, dia yakin pelakunya sudah mendapatkan izin dari milisi Kurdi. “Ini mungkin mengindikasikan mereka dipindah ke tempat lain,” lanjut dia.

Juru bicara pemerintah Australia menyatakan mereka masih terus memantau situasi yang memicu kekhawatiran tersebut. Walaupun demikian, prospek warga Australia itu kembali ke negara asalnya tak akan terjadi.

“Kemampuan kita untuk memberi bantuan konsuler dan bantuan paspor pada warga Australia di Suriah dan Irak tetap sangat terbatas karena situasi keamanan yang sangat berbahaya,” ujar Tinkler. (qa/ummatina)

Gambar Gravatar
Dengan semnat cinta sesama, kami menyampaikan aspirasi masyarakat terkait semua peristiwa, ide-ide, ajakan, himbauan, keluh kesah, seruan kebaikan, info penting terkait apapun dan berbagi berita terkini.

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *