5 Relasi Penting Wawasan Kebangsaan dalam Islam menurut Gus Nadir – Aspiratif News

Views: 23
Read Time:2 Minute, 22 Second

5 Relasi Penting Wawasan Kebangsaan dalam Islam menurut Gus Nadir – Aspiratif News

Jakarta, Aspiratif News

Maraknya kelompok radikal yang ingin merubah ideologi Pancasila wajib ditanggapi serius oleh semua pihak karena menyangkut berdirinya negara Indonesia. Setidaknya, ada 5 relasi penting soal wawasan kebangsaan dalam bernegara yang seharusnya dipahami amat detail.


Rais Syuriyah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Australia dan Selandia Baru KH Nadirsyah Hosen (Gus Nadir) menerangkan hal tersebut dalam webinar ‘Wawasan Kebangsaan dalam Sistem Pendidikan Islam’ yang diinisiasi IAIN Kendari, Senin (6/7) pagi.


“Ke-1, relasi Islam dan negara. Maksudnya, memposisikan Islam dengan benar dalam menjalankan kehidupan sehari-hari berbangsa dan bernegara. Bukan mempergunakan Islam untuk argumentasi kepentingan kelompok atau pribadi. Apalagi sampai merubah ideologi negara,” katanya. 


Ke-2, lanjut dia, relasi Islam dan non muslim. Perbedaan kepercayaan lantas tidak dibenarkan semua agama khususnya Islam terjadi permusuhan. Semua penganut kepercayan wajib saling menghormati dalam hidup berdampingan saling tolong-menolong sehingga tercipta kehidupan harmonis.

READ  Resep Risoles Isi Sayuran Sehat ENAK - Warta Batavia


“Ketiga, relasi Islam dan budaya. Misalnya, dalam Ushul Fiqh ada kaidah al-‘adah muhakkamah artinya adat istiadat dapat jadi hukum atau al-‘urf. Akan tetapi, ada banyak problem terkait Islam dan budaya. Oleh karenanya, ini wajib disikapi dengan baik-baik,” bebernya.


Baca juga: Gus Nadir: Indonesia Terbentuk dari Keberagaman, bukan Keseragaman

    

Ke-4, lanjut Gus Nadir, ialah relasi Islam dan ketimpangan sosial, di mana semua sila Pancasila wajib diwujudkan bersama-sama yang Ialah cita-cita luhur bangsa Indonesia. Bukan malah hendak menggantinya.


“Misalnya, data mempertunjukkan ada 80 % aset bangsa, seperti sumber daya alam (SDA). Ini cuma dikuasai oleh segelintir pihak, kisaran 5 % saja dari hitungan total penduduk Indonesia. Ini Ialah ketimpangan sosial dalam relasi Islam yang wajib disikapi dengan benar. Yaitu, berpatokan pada sila kelima Pancasila, Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” jelasnya.


Menurut Gus Nadir, Penting membekali anak didik untuk tanggap untuk ketimpangan-ketimpangan sosial seperti mengajak berzakat dan bersedekah. Tentu dalam hal ini jadi tanggung jawab berbarengan. Khususnya para guru pengajar, serta tidak kalah penting juga cerminan buku pelajaran yang jadi moda pendidikan di sekolah-sekolah.

READ  Sesepuh Pondok Pesantren Gedongan, KH. Mukhlas Dimyathi Meninggal Dunia


“Kelima, relasi Islam dan pemikiran. Karena sedikit-sedikit jikalau kita berbicara soal pemikiran, langsung dituduh liberal. Jadi, relasi Islam dan pemikiran ini penting bagaimana kita wajib terbiasa tidak sama pandangan untuk sesuatu yang bermacam dan tidak Penting kita paksa jadi seragam.  


Putra ulama Fikih Indonesia Prof KH Ibrahim Hosen ini berkeinginan, kelima relasi Islam tersebut dapat masuk ke buku pelajaran anak didik di sekolah-sekolah dan kampus. Ia kuatir jikalau kelima relasi tidak dibicarakan dan diterapkan, akan menimbulkan ‘ruang kosong’ yang dapat diisi pihak-pihak berseberangan. 

    

“Pihak berseberangan itu kita lihat sekarang banyak menerangkan Islam tengah diserang, Islam tengah dizalimi, pemerintah thagut. Ujung-ujungnya, kita disuruh mengganti ideologi negara,” pungkasnya.


Kontributor: Mochamad Ronji

Editor: Musthofa Asrori

5 Relasi Penting Wawasan Kebangsaan dalam Islam menurut Gus Nadir – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *