5-Taktik-Kelompok-Radikal-Ini-Bisa-Hancurkan-NKRI.jpg

5 Taktik Licik Kelompok Radikal Ini Bisa Hancurkan NKRI

Diposting pada

Dengan 5 Taktik dan Strategi Ini Kelompok Radikal Bisa Hancurkan NKRI

Dalam riset yang diterbitkan dalam bentuk buku berjudul “Wajah Para Pembela Islam” (2010), Setara Institute Jakarta menyebutkan bahwa berbagai kelompok Islam radikal telah menyusun taktik dan strategi yang lebih terencana dalam pergerakan mereka. Pernah dimuat Harian Bernas pada 5 Agustus 2016.

Strategi ni juga bertujuan untuk menghancurkan kelompok Islam lainnya. Memahami strategi dan taktik kaum radikal ini menjadi sangat penting agar pemerintah, para ulama, organisasi, serta masyarakat secara umum waspada terhadap aksi dan gerakan mereka. Kelima taktik dan strategi tersebut adalah:

  1. Aliansi Politik

Kelompok radikal membangun dukungan politik dengan politisi atau penguasa. Biasanya saat ada momen politik pemilu atau pilkada. Ada hubungan simbiosis mutulisme dalam aliansi ini.

  1. Cari Dukungan dari Tokoh dan Ormas Islam Moderat

Dikarenakan jumlahnya sedikit, maka kelompok intoleransi tersebut membangun hubungan dengan tokoh agama atau ormas yang moderat. Mereka mengembangkan berbagai taktik, di antaranya adalah aktif melobi tokoh dan para habib serta berbagai ormas Islam untuk berjuang bersama-sama mereka.

  1. Infiltrasi MUI
Baca Juga :  Ajakan Demo Rusuh Seperti ’98 di Grup WA KAMI, Diakui Ketua KAMI Medan

Sejak tahun 2005, kelompok radikal memandang memerlukan dukungan lembaga ulama yang memiliki otoritas tertinggi di Indonesia (MUI). Taktik yang dipakai adalah masuk menjadi pengurus ke MUI dan mendesakkan agenda radikal mereka atas nama MUI.

  1. Aksi Hukum dan Aksi Jalanan

Belakangan ini, kelompok Islam radikal mengembangkan strategi advokasi yang memadukan advokasi non-litigasi (di luar pengadilan) dengan advokasi litigasi (lewat pengadilan). Mereka tampaknya sadar bahwa tanpa sokongan produk hukum, perjuangan mereka akan sulit berhasil.

Namun, mereka juga sadar bahwa untuk menghasilkan sebuah produk hukum yang pro agenda perjuangan mereka, diperlukan aksi-aksi jalanan agar bisa menekan aparat hukum dan pemerintah. Salah satu contoh aksi jalanan seperti terlihat di gambar di bawah. Mereka membuat pernyataan yang seolah-olah benar bahwa pemerintah membiarkan PKI, padahal PKI sudah dibubarkan pemerintah tak lama setelah peristiwa G30S-PKI.

5 Taktik Kelompok Radikal Ini Bisa Hancurkan NKRI
5 Taktik Licik Kelompok Radikal Ini Bisa Hancurkan NKRI.
  1. Jaringan Aksi Antar-kota

Sudah sejak lama kelompok Islam radikal mengembangkan strategi dengan membangun jaringan aksi. Mereka berusaha agar setiap aksinya didukung oleh kelompok lainnya. Tujuannya agar isu yang diperjuangkan menjadi lebih kuat gaungnya dan bisa menjadi agenda perjuangan bersama.

Baca Juga :  Demo Omnibus Law yang Didukung KAMI Rusuh, 8 Anggota KAMI Ditangkap

Mereka berpikir, dengan semakin bergaungnya aksi, dan makin banyaknya kelompok lain yang memperjuangkan, akan makin besar kemungkinannya untuk berhasil. Oleh karena itu, kelompok ini membangun taktik jaringan aksi antar-kota.

Silakan dianalisis tulisan di atas, hubungkan saja dengan kejadian yang sering terjadi saat ini, apakah ada kesesuaian atau tidak. Fenomena kasus penistaan agama di Jakarta semasa Pilkada DKI Jakarta hanyalah salah satu tragedi politik kotor yang dimainkan oleh beberapa kelompok radikal untuk terus tetap bergema.

Gaungnya akan terus dipelihara dengan berbagai aksi untuk mendapatkan simpati dari kelompok masyarakat Islam lainnya. Tema penistaan agama, ancaman kebangkitan PKI, ancaman Syiah adalah isu yang “marketable” untuk meraih simpati masyarakat muslim Indonesia. (dari ummatina)

5 Taktik Licik Kelompok Radikal Ini Bisa Hancurkan NKRI

5 Taktik Licik Kelompok Radikal Ini Bisa Hancurkan NKRI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *