5 Wilayah DKI Jakarta Berisiko Tinggi Penularan Covid-19 – Aspiratif News

5 Wilayah DKI Jakarta Berisiko Tinggi Penularan Covid-19 - Warta Batavia
Views: 13
Read Time:3 Minute, 12 Second

5 Wilayah DKI Jakarta Berisiko Tinggi Penularan Covid-19 – Aspiratif News

SATUAN Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menyorot Kemajuan 2 wilayah administrasi, salah satunya di DKI Jakarta. 5 kota administratif di daerah spesial ini Ada pada zona risiko tinggi atau merah sedangkan 1 kabupaten pada zona risiko tengah.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Bakti Bawono Adisasmito menyampaikan situasi di wilayah DKI Jakarta Penting memperoleh perhatian masarakat secara luas. Ia juga meminta pemerintah daerah memperhatikan kondisi wilayah secara serius.

“Tampak bahwa pada minggu lalu, 19 Juli, ada 33% atau 2 wilayah, yaitu Jakarta Pusat dan Jakarta Barat, dengan risiko tinggi yaitu merah. Dan pada Minggu (26/7), ada 5 kota di Jakarta yang risiko tinggi. Ini wajib kita cermati berbarengan. Bahkan, pada Minggu (26/7), ada 1 daerah yang zona tidak terdampak yaitu Kepulauan Seribu sekarang sudah jadi risiko tengah,” kata Wiku di Jakarta, Selasa (28/7).

Baca juga: Kontrol Kantor Kurang Efektif

Ia mengajak untuk melihat lebih detail kondisi DKI Jakarta. Wiku menerangkan, dalam minggu terakhir, Perkara covid-19 meningkat cukup drastis dari seminggu sebelumnya. Seminggu sebelumnya ialah 1.880 Perkara jadi 2.679 Perkara.

READ  Eks-ISIS, Dipulangkan atau Tidak?

“Ini ialah peningkatan yang cukup cepat. Kita dapat melihat gambaran distribusi pihak umur dari covid-19. Tampak pada usia 18 sampai dengan 59 tahun jumlahnya yang positif ialah 80%,” tambahnya.

menurutnya, ini ialah Andil Perkara positif pada pihak umur dari 18 sampai 59, sedangkan kalau dilihat dari yang meninggal dari sisi usia, ternyata di atas 45 tahun membukukan hitungan total cukup besar yaitu 80%.

“Artinya, penularan dapat terjadi di pihak usia relatif produktif dan korban meninggal bahkan pada usia lanjut,” ucapnya.

Seterusnya, dari sisi kategori kelamin, ia menyampaikan, Perkara positifnya relatif nyaris sama pada pihak laki-laki 52,3%, tengah pihak perempuan ialah 47,87%. Tetapi, kalau dilihat dari hitungan total yang meninggal kategori kelaminnya ialah laki-laki 61,26% sedangkan pada perempuan 38,74%.

Ini memperlihatkan semua pihak wajib menjaga pihak rentan khususnya pada usia lanjut, dan juga pada pihak kategori kelamin laki-laki.

“DKI Jakarta telah melampaui standar WHO dalam melakukan pengujian sehingga hitungan total Perkara yang tergambarkan juga cukup besar. Untuk itu, kami berharap daerah-daerah lain di Indonesia wajib ikut tren dari Jakarta yang melakukan tes yang begitu banyak dan dapat menggambarkan kondisinya lebih baik,” pesannya. (OL-1)

READ  Guntur Romli Protes Doa Mujahid 212 yang Melaknat Jokowi Tujuh Turunan - Warta Batavia


5 Wilayah DKI Jakarta Berisiko Tinggi Penularan Covid-19 – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *