7 Kekhilafan Mendasar HTI Ini Dibongkar Sendiri Eks Ketua HTI

Kesalahan-Mendasar-HTI-di-Mata-Mantan-Ketua-HTI1.jpg
Views: 760
Read Time:2 Minute, 22 Second

7 Kekhilafan Mendasar HTI Ini Dibongkar Sendiri Eks Ketua HTI

108 Views


Read Time:2 Minute, 10 Second

Ayik Heriansyah Seorang Eks Ketua HTI Membongkar 7 Kekhilafan Mendasar Kenapa HTI Mesti Ditendang dari bumi pertiwi NKRI.

Negara khilafah yang ingin ditegakkan Hizbut Tahrir (HT) terbukti tidak laku di banyak negara. Khususnya di Indonesia HT yang bergerak atas nama ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) berhasil dibubarkan pada tahun 2017 sebab mengancam eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Ideologi Pancasila.

Kesalahan Mendasar HTI di Mata Mantan Ketua HTI

Kenapa HTI wajib ditolak dan ditentang? Ayik Heriansyah Pengurus LD PWNU Jabar yang pernah jadi Ketua HTI Bangka Belitung membongkar beberapa kekhilafan HTI. Melalui Situsweb Aspiratif News, Ayik Heriansyah mengungkap setidaknya HTI mempunyai tujuh kekhilafan mendasar.

  1. Meyakini bahwa Nabi Muhammad saw pernah mendirikan Khilafah padahal Muhammad saw ialah seorang Nabi dan Rasul bukan seorang Khalifah. Di Madinah Rasulullah saw membangun sistem kehidupan seperti negara. Selaku seorang Nabi dan Rasul, Muhammad saw wajib diimani dan ditaati secara mutlak termasuk menjadikannya selaku pemimpin politik. Oleh karenanya pemberian kekuasaan tanpa syarat dari tokoh-tokoh Yatsrib Adalah bagian integral dari keimanan. Negara yang dibangunnya bersifat khas. Disebut Daulah Nubuwwah. Daulah Nubuwwah cuma ada waktu Nabi saw masih hidup. sesudah itu berdiri Khilafah ‘ala minhajin Nubuwwah/Khulafa’ur Rasyidin selama 30 tahun.
  2. HTI mengakui ikut metode (thariqah) Rasulullah dalam mendirikan Khilafah. Ini pengakuan dusta sebab Nabi saw tidak pernah mendirikan Khilafah lalu bagaimana mungkin Beliau saw punya metode (thariqah) untuk mendirikan khilafah.
  3. HTI mewajibkan thalabun nushrah (kudeta) selaku jalan untuk meraih kekuasaan dalam mendirikan khilafah. Ini kewajiban yang mengada-ngada sebab ke-4 khulafaur rasyidin (Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali) memperoleh kekuasaan melalui bai’at sesudah ditunaikan musyawarah dan pemilihan secara terbuka, jujur dan bebas (ridla wal ikhtiar). Ke-4 khalifah tersebut tidak pernah melaksanakan thalabun nushrah (kudeta) jadi khalifah. Dalam konteks sekarang nashbul imam ialah pemilihan presiden.
  4. HTI menyelewengkan makna khilafah/imamah di dalam kitab-kitab kuning dari nashbul imam jadi iqamatul nizham. Tidak satupun ulama salaf yang memaknai khilafah/imamah dengan khilafah tahririyah.
  5. HTI mengasosiasikan bahwa khilafah ‘ala minhajin nubuwwah yang ke-2 ialah khilafah tahririyah yang khalifahnya pernah jadi Amir Hizbut Tahrir padahal ulama Aswaja setuju bahwa khilafah ‘ala minhajin nubuwwah ialah khilafah mahdiyah yaitu khilafah yang dipimpin oleh Imam Mahdi.
  6. HTI menjadikan Nusantara selaku wilayah tegaknya khilafah ‘ala minhajin nubuwwah yang ke-2 padahal hadits-hadits soal akhir zaman, Imam Mahdi, Dajjal, dll semuanya memperlihatkan makna bahwa tempat berdirinya Khilafah ‘ala minhajin nubuwwah yang ke-2 atau khilafah mahdiyah ialah di Arab (Syam dan Jazirah Arab). Artinya HTI salah alamat.
  7. HTI secara licik mengopinikan khilafah secara umum tanpa merinci bahwa khilafah yang mereka perjuangkan itu ialah khilafah tarhririyah bukan khilafah mahdiyah.

Kekhilafan-kesalahan mendasar HTI yang diungkap eks ketua HTI Bangka Belitung ini pernah dipublish di situsweb Aspiratif News (qa/ummatina)

7 Kesalahan Mendasar HTI Ini Dibongkar Sendiri Mantan Ketua HTI

READ  Ustadz Muhammad Alhabsyi: Cinta Terlarang Atau Takhbib - Warta Batavia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *