Ada-Delapan-partai-Komunis-Justru-Eksis-di-Negara-negara-Islam-Aneh-Bukan.png

Ada 8 Partai Komunis Justru Berdiri di Negara Islam, Aneh Bukan?

Diposting pada
Kita tidak bisa menghapus sejarah bahwa di masa lalu komunisme pernah populer di bumi Indonesia. Partai Komunis Indonesia (PKI) bahkan berjaya menjadi salah satu partai besar yang ikut berjuang melawan penjajahan Belanda.

Presiden Soekarno pun pernah membuat sebuah gagasan atau konsep politik bernama Nasakom yang merupakan singkatan dari Nasionalis, Agama, dan Komunis. Sayangnya ideologi komunis akhirnya diberantas dari Indonesia karena dianggap menyimpang, sering membuat kekacauan, bahkan melakukan pembunuhan massal.

Dengan back-groud hitam yang memuncak dalam peristiwa G30S PKI, maka mayoritas rakyat Indonesia menjadi kapok dengan adanya PKI. Bahkan sampai sekarang issu kebangkitan PKI menjadi komuditas politik untuk menyerang pemerintah yang muncul setiap tahun sejak Jokowi menjadi Presiden RI.

Baca juga : NU Jabar Tolak Undangan “GERAK” untuk Aksi Penolakan RUU HIP dan Komunis

Di dunia muslim, ideologi komunis saat ini masih bertahan di 8 negara dan digunakan sebagai alat berjuang untuk menyuarakan kepentingan rakyat. Dengan demikian, bibit-bibit komunis ternyata masih berkembang dengan cukup pesat. Bahkan di negara yang notabene mayoritas muslim, komunis masih bisa eksis dan bertahan. Berikut ini uraian selengkapnya.

  1. Popular Front for Liberation of Palestine – Palestina

Palestina memiliki sebuah partai politik bernama Popular Front for Liberation of Palestine (PFLP) yang berasaskan komunisme. Partai ini memegang teguh ajaran Marxisme dan Leninisme meski berkembang di negara Islam. Satu hal yang cukup menggelitik kita semua. PFLP adalah partai kedua terbesar di Palestina. Bahkan partai ini bergabung dengan Organisasi Pembebasan Palestina. Semua anggota partai komunis ini berada di garda depan dalam memerangi Israel yang keji.

  1. Syrian Communist Party – Suriah
Baca Juga :  “Cara Menghancurkan NKRI” Menurut Pengakuan Kader PKS

Ada satu partai komunis yang bergabung dengan koalisi pemerintahan Suriah yang resmi. Nama partai itu adalah Syrian Communist Party. Meski hanya hanya memiliki 8 dari 250 orang dalam dewan, partai ini cukup diperhitungkan di negara ini. Setidaknya mereka bertahan setelah dibentuk pertama kali di tahun 1986. Oh ya, partai ini mendukung kedaulatan Suriah dan berperang melawan militan yang dibantu oleh Amerika dan sekutunya.

  1. Communist Party of Afganistan – Afganistan

Communist Party of Afganistan bukanlah sebuah partai dominan di negeri ini. Partai ini adalah partai pergerakan yang ingin membuat perubahan besar pada Afganistan. Misi utama dari partai komunis ini adalah menekan Amerika. Mereka tidak ingin negerinya yang dulu dalam terus dihancurkan oleh perang yang digawangi oleh Amerika dan kroni-kroninya.

  1. National Liberation Front – Bahrain

National Liberation Front adalah sebuah partai dengan aliran Marxisme dan Leninisme yang berdiri pada tahun 1955. Sejak saat itu, partai ini berkembang dengan cukup masif meski tidak menjadi partai terbesar di Bahrain. Saat ini partai ini tidak memiliki anggota pada parlemen. Namun pada tahun 2002 dan 2006, sekitar tiga anggota mereka ikut dalam parlemen dan membangun Bahrain jadi lebih baik.

  1. Egyptian Communist Party – Mesir
Baca Juga :  Habib Luthfi: Cinta Tanah Air Pilar Utama Konsepsi Bela Negara

Egyptian Communist Party (ECP) adalah sebuah partai politik beraliran komunis yang berdiri di Mesir pada tahun 1975. Partai ini mendapatkan tentangan yang keras saat Presiden Anwar Sadat dan Hosni Mubarak berkuasa. Mereka dijatuhkan dan dilarang mengikuti pemilihan umum di negerinya. Meski demikian partai ECP terus bergerak mengumpulkan kekuatan untuk bisa lebih diakui di negerinya sendiri.

  1. Communist Party of Iran – Iran

Communist Party Iran adalah sebuah partai politik yang saat ini dilarang melakukan aksinya. Saat ini CPI di Iran bergerak di bawah tanah bersama para milisi lain yang menuntut kebebasan. Partai ini ingin negara lebih menghargai wanita dengan memberi mereka hak asasi manusia. Selain itu, partai ini juga menuntut adanya hukum tentang buruh serta perlindungannya dalam dunia kerja.

  1. Iraqi Communist Party – Irak

Iraqi Communist Party adalah partai komunis yang cukup berpengaruh di Irak. Partai ini mendominasi golongan kiri di Irak dan kerap melakukan protes kepada negeri. Saat Saddam Hussein menjadi presiden, partai ini sempat redup. Namun sekarang mulai menunjukkan taringnya dengan mengirim beberapa orang menempati kursi anggota dewan.

  1. Partai Komunis Turki – Turki

Komunisme ternyata juga eksis di Turki. Kandidat Partai Komunis Turki (TKP) berhasil melesat dalam perolehan suara. Mehmet Fatih Maolu, kandidat walikota Partai Komunis Turki (TKP) di provinsi Tunceli Timur, tampaknya tidak dapat dikejar oleh kandidat lainnya dan memenangkan pemilihan kepala daerah pada bulan Maret tahun 2019.

Baca Juga :  FKKMK UGM Undang Felix Siauw, UGM Disorot Tajam Netizen

Baca juga : Soal Isu Komunisme Menurut Sejarawan LIPI Asvi Warman Adam

Hampir 100 persen surat suara dihitung, Maolu mempertahankan perolehan suara ketat atas saingan terdekatnya, Nurat Yeil dari Partai Demokratik Rakyat (HDP) yang pro-PKK (kelompok teroris yang menggerogoti Turki). Maolu mendapat 32,23 persen suara, sedangkan Nurat Yeil memperoleh 29,04 persen.

Demikianlah, ternyata di negara Islam sekali pun partai dengan aliran komunis masih eksis bertahan. Mereka biasanya bergerak di bawah untuk menuntut apa yang seharusnya rakyat dapatkan. Jika begitu, partai seperti ini bermanfaat apa tidak ya bagi negara-negara Islam tersebut?

Baca juga : KH. MA’RUF AMIN: Berdakwah dengan Missi Memberantas Komunisme

Walaupun demikian kita bangsa Indonesia kapok dengan komunisme dan berjuang agar Partai Komunis Indonesia tidak berdiri lagi. Dengan cara elegan, tidak menggunakan issu kebangkitan PKI untuk menggoyang pemerintah yang notabene tak ada bukti kuat pemerintah punya kaitan dengan PKI.

Ada 8 Partai Komunis Justru Berdiri di Negara Islam, Aneh Bukan?

Ada 8 Partai Komunis Justru Berdiri di Negara Islam, Aneh Bukan?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *