Connect with us

News

Adanya Dugaan Kasus Korupsi Dapen BUMN, Erick Thohir Akan Melaporkannya

Published

on

JAKARTA, ASPIRATIF.com – Menteri BUMN Erick Thohir terus melakukan bersih-bersih dana pensiun (dapen) BUMN. Dia menyebutkan akan segera mendapatkan data final terkait nama dapen BUMN yang di dalamnya ada korupsi.

Erick juga menyebut akan segera melaporkan temuan tersebut ke pihak berwenang. “Yang mungkin akhir bulan ini pun kita akan punya laporan konkret siapa yang kita lihat memang kondisinya baik, siapa yang tentu ada fraud atau ada korupsi,” katanya di Jakarta, Selasa (4/7/2023).

Erick melanjutkan, pihaknya akan melaporkan dapen BUMN yang dikorupsi ke Kejaksaan Agung.”Yang akan kita laporkan ke kejaksaan, tapi tunggu final daripada data due diligence,” katanya.

Sebelumnya, Kementerian BUMN mencium adanya sinyal-sinyal potensi korupsi dapen BUMN. Pasalnya, perusahaan-perusahaan tersebut memiliki imbal hasil investasi atau yield di bawah ketentuan normal.

Advertisement

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo menyebutkan, ada 4 perusahaan yang mencatatkan yield di bawah angka 4%. Padahal, patokan minimal dari besaran yield tersebut yakni pada angka 6%.

“Kan kita tahu benchmark kita 6%. Artinya kalau kita taruh di deposito dan SBN (surat berharga negara) aja harusnya minimal dapat yield 5-6%. Ini kenapa ada yang yield-nya 1,4%, 0,9%, 2,1%? Nah ini kita lihat kenapa bisa serendah itu,” kata Tiko dalam acara Power Lunch CNBC Indonesia, Senin (19/6).

Tiko sendiri enggan menyebutkan perusahaan-perusahaan apa saja yang ia maksudkan lantaran proses pemeriksaan masih terus dilakukan dan akan dilanjutkan dengan proses investigasi. Investigasi itu untuk membuktikan adanya dugaan penyelewengan.

“Tapi memang ada 4 perusahaan yang yield-nya rendah sekali dan kita akan melihat apakah ini karena salah investasi yang sifatnya business judgment rule atau memang ada penyelewengan,” imbuhnya.

See also  Anies: IKN Hanya Dirasakan oleh Aparat, Bukan Rakyat

Source: detikFinance
Foto: setpres

Advertisement

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *