4361f52d-340c-4696-af47-5d4de3cadae2_169.jpeg

Ahok Ungkap Sebab Kebakaran Kilang Balongan Pertamina

Diposting pada

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengungkapkan salah satu penyebab kebakaran di Refinery Unit IV atau Kilang Balongan di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Di antara mereka ada kebocoran dari tangki.

Yang masih belum terjawab, lanjutnya, adalah alasan keterlambatan memastikan bongkar muat tangki yang menyebabkan kebakaran yang melukai 30 orang dan menyebabkan 932 warga melarikan diri.

Yang pasti tangki bocor, yang belum dijawab kenapa pengamanannya terlambat bocor, jelasnya kepada CNNIndonesia.com, Jumat (2/4).

Meski belum bisa menjelaskan lebih lanjut, dia memastikan Pertamina dan polisi masih melakukan penyidikan. Seperti diketahui, kilang Pertamina RU VI Balongan, Indramayu, Jawa Barat, mulai Senin (29/3). Api baru dipadamkan pada Rabu (31/3) pagi.

Namun, pada Jumat (2/4), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar menyatakan, dua titik api di tangki T 301 F dan T T301 G sudah kembali menyala.

Kepala Seksi Darurat BPBD Jabar Hadi Rahmat mengatakan, Kamis (1/4) pukul 20.30 WIB, tangki T 301 F yang mulai menyusut pada sore hari tidak bisa dimatikan.

Baca Juga :  Natal di Mesir, Wujudkan Persaudaraan Umat Manusia

Sementara itu, tangki T 301 G yang ditutup Rabu (31/3) malam kembali merilis hotspot.

“Jadi masih ada 2 titik nyala api yang masih terancam punah,” kata Hadi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (2/4).

Sementara itu, Pertamina akan mendata dampak kerugian akibat kebakaran kilang dalam waktu dekat.

“Menurut keterangan Pertamina, tiga hari difokuskan untuk memadamkan api, setelah itu kami akan mencatat kerusakan atau kerugian akibat ledakan,” kata Hadi.

Hingga saat ini penyebab kebakaran kilang Balongan belum diketahui. Petugas polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut. Sebanyak 30 orang mengalami luka ringan akibat kebakaran tersebut. Selain itu, enam orang luka berat dan 932 warga mengungsi. [cnnindonesia.com]

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *