Aktivis NU Kota Banjar Ini Kembangkan Kemungkinan Masyarakat dengan Bioflok Ikan Lele  – Aspiratif News

Aktivis NU Kota Banjar Ini Kembangkan Potensi Warga dengan Bioflok Ikan Lele 
Views: 1772
Read Time:2 Minute, 28 Second

Aktivis NU Kota Banjar Ini Kembangkan Kemungkinan Masyarakat dengan Bioflok Ikan Lele  – Aspiratif News

Kota Banjar, Aspiratif News

Kehidupan warga di desa mempunyai banyak kemungkinan yang dapat dikembangkan, salah satunya di bidang budidaya ikan lele. Untuk itu, aktivis NU Kota Banjar yang tinggal di Desa Kujangsari Kecamatan Langensari Kota Banjar melaksanakan pemberdayaan budidaya ikan lele.

 

Ia ialah Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Banjar, Jawa Barat Ahmad Mujahid menyaksikan Kesempatan yang cukup menjanjikan atas kemungkinan masyarakat untuk bersama-sama beternak lele yang bernilai ekonomi.

 

Untuk Aspiratif News, Jum’at (24/7) Ahmad Mujahid menerangkan, untuk memudahkan proses pemberdayaan untuk warganya, dirinya bersama-sama warga secara berkelompok di tingkat RW membikin pusat pemberdayaan.

 

“Salah satunya kami bangun balai RW, di mana bangunan tersebut dapat dipakai pusat pemberdayaan untuk beternak lele secara berkelompok,” ujarnya.

 

Dijelaskan, saban titik yang sudah ditetapkan dibentuk kepengurusan dan dipilih orang yang sungguh telah mempunyai keahlian dalam mengelola budidaya lele. seusai dipilih dan dikerjakan pelatihan, saban tempat difasilitasi 3 bioflok untuk memudahkan proses budidaya.

READ  Pusat Kajian VTS: Proses Pemulihan Ekonomi Indonesia Penting Waktu Panjang - Aspiratif News

 

“Pengelolaan dikerjakan oleh RT dan RW setempat dan dibantu oleh warga yang mempunyai perhatian, kami arahkan program pemberdayaan melalui budidaya ikan lele, saban RW kami fasilitasi 3 bioflok, mereka telah dilatih,” terangnya.

 

Menurut dia, dari hasil kajian yang sudah dikerjakan, kebutuhan ikan lele baik di desa ataupun Kota Banjar yang cukup tinggi, sehingga Mujahid sapaan akrabnya berkeinginan dengan adanya pemberdayaan melalui budidaya ikan lele dapat mensuplai dan memenuhi kebutuhan ikan lele di Kota Banjar. 

 

“Kami berkeinginan dari bioflok ikan lele dapat memenuhi kebutuhan ikan lele di tingkat desa dan kota,” harapnya.

 

Ahmad Mujahid yang juga Kepala Desa Kujangsari menambahkan bahwa kubu budidaya ikan lele yang telah berjalan, penjualannya tidak cuma di kota saja tetapi merambah ke kota besar seperti Jabodetabek.

 

“Kebutuhan untuk ikan lele yang telah berjalan dari beberapa kubu itu kebutuhannya lumayan banyak, adapun penjualannya ke kota besar seperti Jabodetabek,” imbuhnya.

 

Sementara itu, Nurdin sebagai pembudidaya ikan lele yang sebelumnya sudah diberikan pelatihan pada tahun lalu sudah mulai merasakan manfaatnya. Dia menerangkan bahwa pihak desa tidak cuma memberikan pelatihan saja, tetapi dirinya beserta anggotanya juga difasilitasi sejumlah bioflok untuk budidaya

ikan lele.

READ  Takbiran Sebelum Shalat Fardlu di Hari Tasyriq

 

“Saya ikut semenjak tahun lalu, mulai diberi pelatihan dan waktu ini telah dibangunkan Sarana untuk menunjang budidaya lele. Kami difasilitasi 3 bioflok oleh desa, kami kelola dan di saban bulannya kami panen,” terangnya.

 

Dirinya juga menceritakan, dengan budidaya ikan lele yang difasilitasi oleh pemerintahan desa, hasilnya dapat membantu perekonomian keluarganya. “Alhamdulillah, hasil dari budidaya lele ini lumayan dapat buat tambah-tambah pemasukan Famili,” katanya.

 

Nurdin yang juga ketua RW berkeinginan, pemberdayaan yang dikerjakan oleh desa, ke depannya dapat terus dikerjakan dan menyasar lebih banyak lagi ke masyarakat yang mempunyai keinginan ataupun keahlian di bidang budidaya ikan lele ataupun lainnya.

 

“Kami berkeinginan ke depan dapat dikembangkan, baik melalui budidaya lele ataupun peternakan sehingga seluruh warga dapat ikut serta merasakannya,” pungkasnya. 

 

Kontributor: Wahyu Akanam

Editor: Abdul Muiz

Aktivis NU Kota Banjar Ini Kembangkan Potensi Warga dengan Bioflok Ikan Lele  – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *