Al-Ahmar, Masjid Bersejarah Warga Palestina yang Diubah Israel Jadi Bar – Aspiratif News

Al-Ahmar, Masjid Bersejarah Warga Palestina yang Diubah Israel Menjadi Bar
Views: 1847
Read Time:2 Minute, 30 Second

Al-Ahmar, Masjid Bersejarah Warga Palestina yang Diubah Israel Jadi Bar – Aspiratif News

Jakarta, Aspiratif News

Masjid Al-Ahmar terletak di distrik Safed, wilayah Palestina yang diduduki Israel. Ia Ialah masjid bersejarah bagi masarakat Palestina karena dibangun pada abad ke-13 dan mempunyai model arsitektur yang langka. Lebih dari itu, Masjid Al-Ahmar disebut-sebut sebagai bagian masjid paling bersejarah di Timur Tengah. Tetapi pada April 2019 lalu, Israel merubah status fungsi Masjid Al-Ahmar jadi bar. 


Masjid Al-Ahmar mempunyai sejarah yang panjang. menurut Penjelasan sejarawan dan masarakat lokal Safed, Mustafa Abbas, Masjid Al-Ahmar didirikan oleh Mameluke Sultan Al Daher Baibars pada 1223-1277. Dan masjid ini dinamakan Masjid Al-Ahmar (merah) karena sungguh mempergunakan batu bata merah sebagai bahan bangunannya.


Dalam sejarahnya, Masjid Al-Ahmar mengalami beberapa kali Pergantian terkait status fungsinya. Menurut Abbas, Masjid Al-Ahmar dipakai untuk beberapa acara kecuali sebagai tempat shalat bagi ummat Islam. Ummat Islam akan berhadapan dengan serbuan dari Yahudi jikalau mereka nekat mengunjungi masjid tersebut.

READ  Schiff: Trump Berusaha Alihkan Perhatian dari Daya-kerja Mengerikannya Menangani Corona - Aspiratif News


Pada 1948, geng Yahudi berhasil menguasai Masjid Al-Ahmar. Mereka merubah fungsi masjid jadi sekolah Yahudi. Kemudian pada 2006, bangunan masjid tersebut dipakai sebagai kantor pusat kampanye Partai Kadima yang dibentuk Partai Likud (partainya Perdana Menteri Benjamin Netanyahu). setelah itu, Masjid Al-Ahmar juga pernah dipakai sebagai gudang pakaian. 


Sampai pada April 2019 lalu, sebuah perusahaan Israel yang terhubung dengan kotamadya Safed merubah Masjid Al-Ahmar jadi sebuah bar dan aula pesta pernikahan dengan nama Khan Al-Ahmar. 


Sekretaris badan abadi Islam Palestina, Khair Tabari, mengakui kaget dengan Pergantian status Masjid Al-Ahmar tersebut. Ia mengakui telah mengusulkan permintaan ke pengadilan Nazareth agar Masjid Al-Ahmar diberikan kembali ke ongkos abadi Islam. Tetapi sampai waktu ini, pengadilan belum memutuskannya. Padahal dalam gugatannya itu, dia melampirkan dokumen untuk membuktikan kepemilikan Islam atas tanah dan bangunan yang waktu ini difungsikan sebagai bar tersebut. 

 

“Saya terkejut waktu saya melihat aspek sabotase di dalam masjid,” kata Tabari untuk Al-Qodus Al-Arab, seperti dikabarkan Gulf News pada 14 April 2019. Dia menyerukan partai politik dan lembaga-lembaga lainnya untuk menaikkan kerja sama dengannya untuk menyelamatkan masjid dari pelangggaran. 

READ  Program Prakerja Dinilai Salah Kelola, Ketua PBNU Sokong GP Ansor Adakan Kursus Gratis - Aspiratif News


Untuk diketahui, distrik Safed pernah jadi rumah bagi 12 ribu masarakat Palestina, sebelum akhirnya mereka dipaksa keluar dari rumah mereka pada 1948. 


Kecuali Masjid Al-Ahmar, Israel juga merubah Masjid Yunani (Greek Mosque) yang juga terletak di distrik Safed jadi pusat galeri seni. Ummat Islam dicegah melaksanakan shalat di masjid yang dibangun pada 1319 itu.


Israel seringkali menghilangkan situs-situs bersejarah milik masarakat Palestina secara sistematis, khususnya di wilayah-wilayah yang diduduki. Hal itu dimaksudkan untuk menghilangkan identitas asli Palestina.


Pergantian status Masjid Al-Ahmar jadi bar kembali disorot karena pada waktu itu Barat (AS, PBB, Uni Eropa, dan Rusia) dianggap diam dan tutup mata, sementara mereka heboh dan memprotes Turki yang seminggu lalu merubah Hagia Sophia dari museum jadi masjid. 


Pewarta: Muchlishon

Editor: Fathoni Ahmad

Al-Ahmar, Masjid Bersejarah Masyarakat Palestina yang Diubah Israel Jadi Bar – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *