peresmian-pergantian-nama-tol-layang-japek-1_169.jpeg

Alasan di Balik Penamaan Tol Japek Layang Jadi Sheikh Mohamed BIn Zayed

Diposting pada
Peresmian Perubahan Nama Jalan Tol Japek 1169 Alasan Dibalik Penetapan Ruas Tol Japek Fly sebagai Sheikh Mohamed BIn Zayed

Putra Mahkota Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan (MBZ), namanya diabadikan di jalan raya Jakarta-Cikampek. Menteri Sekretaris Negara Pratikno menjelaskan masa lalunya.

Menurut Pratikno, latar belakang penamaan Sheikh Mohamed sebagai Tol Japek Layang adalah untuk mengapresiasi hubungan baik yang terjalin antara Indonesia dan UEA.

Lebih lanjut, kata dia, nama Presiden Joko Widodo sebelumnya pernah diabadikan sebagai nama sebuah jalan di tengah ibu kota Abu Dhabi. Penamaan MBZ di jalan bebas hambatan yang ditinggikan dianggap untuk menghormati Uni Emirat Arab.

“Sebelumnya nama jalan Presiden Joko Widodo telah dicanangkan di Abu Dhabi pada jalan utama yang strategis antara Pusat Pameran Nasional Abu Dhabi dan kompleks kedutaan,” kata Pratikno dalam acara peresmian yang disiarkan di YouTube, Senin (4/12 /). 2021). ).

“Ini merupakan kehormatan yang diberikan oleh masyarakat Indonesia kepada pemerintah UEA, khususnya Syekh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan. Jadi inilah alasan pergantian nama ini,” lanjutnya.

Pratikno juga menjelaskan bahwa hubungan diplomatik antara Indonesia dan UEA telah berlangsung selama lebih dari 45 tahun sejak tahun 1976. Pratikno juga mengatakan hubungan dengan UEA semakin erat mulai dari bidang sosial, budaya, dan murahnya. sektor.

Baca Juga :  Operasi Bakda Asar; Penangkapan Munarman

Apalagi di bidang ekonomi, menurut dia, pemerintah UEA sudah banyak menyuntikkan investasi, meski disebut-sebut memiliki jumlah terbesar.

Investasi tersebut ditujukan untuk pembangunan infrastruktur dan yang terbaru adalah suntikan dana ke Indonesia Investment Authority (INA), badan pengelola dana kekayaan negara Indonesia.

“Di bidang ekonomi, investasi di UEA merupakan investasi terbesar di Indonesia. Baik untuk pembangunan infrastruktur maupun untuk dukungan volume besar kepada INA yang merupakan lembaga SWF Indonesia,” kata Pratikno. [detik.com]

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *