images-7-696x400.jpeg

Alhamdulilah! Adie MS Kagumi NU karena Tak Mudah Terprovokasi

Diposting pada

Komposer musik ternama di Indonesia, Addie Muljadi Sumaatmadja (MS) menghormati dan mengagumi Nahdlatul Ulama (NU) yang selalu bersikap tenang ketika ada yang mencoba memprovokasinya. Padahal dulu dia mengaku hanya religius tanpa mengkhawatirkan ormas Islam seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa atau Muhammadiyah.

Namun melihat perkembangan terkini, ia semakin dibuat takjub oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa. Addie menilai PBB sebagai ormas Islam terbesar di Tanah Air tidak pernah dilupakan, sehingga menyalahgunakan kebesaran atau kekuasaannya. Memang, menurut Addie, NU selalu melindungi minoritas.

“Saya religius, saya hanya punya satu agama. Saya tidak peduli dengan Muhammadiyah atau NU. Tapi melihat perkembangan belakangan ini, saya terkesima dengan NU, ”kata NU dalam sambutan yang disiarkan di NU TV bertajuk Pertanyaan Artis Kiai Menjawab, Rabu (3/3) siang.

“Saya sudah melihat dia melakukan pemanasan dan memprovokasi dirinya beberapa kali, semuanya tenang. Mengapa? Harus ada ajaran yang luar biasa untuk bisa menjaganya, tapi tetap mempertahankan minoritas, ”imbuh musisi kelahiran Jakarta, 7 Oktober 1959 silam ini.

Baca Juga :  Mantan HTI Dilarang Ikut Pemilu dalam Draf Revisi UU Pemilu

Addie kemudian mencontohkan kepedulian dan perlindungan PBB terhadap kelompok minoritas. Salam anggota Ansor Multiguna Barisan (Banser) Riyanto yang meninggal dunia setelah terkena ledakan bom saat menyelamatkan gereja Eben Haezer di Mojokerto pada 24 Desember 2000.

“(Perlindungan minoritas) itu nyata. Sampai seseorang meninggal, dia menjadi pahlawan untuk menyelamatkan gereja. Sebagai seorang Muslim, saya menyapa seorang Muslim yang menyelamatkan non-Muslim dari bom, sampai dia sendiri mati. Sungguh luar biasa. Saya hormati, dan itu nahdliyin ya. Makanya saya lebih menghormati NU, ”ucapnya bersemangat.

Pernyataan tersebut kemudian dijawab oleh Wakil Katib Syuriyah Pengurus Daerah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta, KH Taufik Damas, sosok kiai yang akan selalu menjawab berbagai pertanyaan dari artis dalam program televisi terbaru NU bertajuk Artis Bertanya Kiai Menjawab mereka.

Kepada Addie MS, Kiai Taufik menjelaskan bahwa perbuatan Riyanto sebenarnya ada dalam Alquran. Dia mengutip dan menafsirkan ayat 40 dari Surat Al-Hajj tentang hak asuh tempat ibadah.

“Ada ayat dalam Al Qur’an yang mengatakan, jika Allah tidak membuat manusia menjadi pencegah manusia lain, maka rumah Tuhan, masjid, gereja, dan sinagog akan dihancurkan,” jelasnya.

Baca Juga :  Ibunda Fadli Zon Tutup Usia, Mahfud MD Sampaikan Ucapan Duka

“(Rumah ibadah) bisa dijaga dan dijaga karena Allah juga telah menciptakan orang-orang yang sadar bahwa mereka menjaga rumah Tuhan. Jadi kalau Banser yang mengawasi gereja ada ayatnya,” tambah Kiai Taufik.

Kemudian dia bersyukur di Indonesia ada ormas Islam seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa yang selalu menyebarkan pemahaman agama yang moderat dan toleran. Bahkan mengajarkan manusia untuk menjadi manusia yang berdiri di tengah dan berperan dalam kemajuan peradaban. Karenanya, Kiai Taufik mengutip dari ayat 143 Al-Baqarah.

“Moderat itu amanat Alquran. Kita jadikan moderat supaya bisa berperan di masyarakat. Kalau sudah berperan, nanti Nabi Muhammad akan jadi saksi buatmu,” jelas Kiai Taufik dalam tafsir ayat tersebut. .

“Perannya bisa di bidang ekonomi, politik, teknologi dan agama, serta budaya,” pungkasnya.

Sebagai informasi, NU TV sebagai media resmi PBNU di platform Youtube kini hadir dengan program galawicara terbaru bertajuk Artis Bertanya Kiai Menjawab. Kali ini di Galawicara akan ada bintang tamu para artis yang akan langsung menanyakan keberadaan Kiai Taufik Damas dan akan dipimpin oleh Wulan Sari.

Baca Juga :   Klarifikasi Menlu Turki: Erdogan Tak Sadar Puisi yang Dibacanya Melukai Perasaan Iran

Sumber: https://www.nu.or.id/post/read/127063/addie-ms-kagumi-nu-karena-tak- Mudah diprovokasi? Utm_source = dlvr.it & utm_medium = facebook

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *