Jerman-696x464.jpg

Alhamdulillah! Jerman Resmi Larang Kelompok Radikal Salafi, Wahabi dan Khilafah

Diposting pada
Ilustrasi

Otoritas Jerman melarang dan membubarkan kelompok Islam radikal (Salafi, Wahhabi dan Khilafah) di ibu kota Berlin. Menyusul larangan tersebut, sekitar 800 petugas polisi menggerebek 26 lokasi di Berlin dan negara bagian Brandenberg pada Kamis 25 Februari. Larangan tersebut merupakan upaya untuk memerangi ekstremisme.

Departemen Dalam Negeri Senat Berlin mengatakan telah melarang Jama’atu Berlin, sebuah asosiasi Salafi-jihadis yang dianggap sangat radikal. Kelompok yang juga dikenal sebagai Berlin Tauhid itu diyakini mendukung serangan teroris.

Dalam jumpa pers, Senator Dalam Negeri Berlin Andreas Geisel menjelaskan, pihaknya sudah memantau kelompok itu selama dua tahun. Ada 19 anggota kelompok yang menjadi pusat penggerebekan. Namun, tidak ada penangkapan yang dilaporkan.

Juga diklaim bahwa kelompok tersebut menolak Konstitusi Jerman dan mendukung ideologi Negara Islam (Khilafah), serta menyebarkan “Jihad” dan menerapkan Syariah sebagai satu-satunya hukum yang sah.

Akmann mengatakan tidak jelas apakah kelompok itu merencanakan serangan konkret. Meski demikian, diakuinya pemeriksaan masih berlangsung.

Menurut pernyataan Senat, yang dilaporkan oleh Reuters, anggota kelompok yang tidak terdaftar – pria dan wanita – bertemu secara teratur di taman dan rumah pribadi.

Baca Juga :  Pakai Atribut Terlarang, Relawan FPI Dibubarkan di Jakarta Timur

Mereka menyebarkan ideologi grup dengan membagikan brosur di ruang publik dan di Internet. Dilansir DW, kelompok Jama’atu Berlin diyakini beranggotakan sekitar 20 orang. Beberapa dari mereka telah menarik perhatian di masa lalu setelah membagikan brosur di berbagai bagian Berlin.

Beberapa adalah anggota kelompok Islam lain yang dilarang pada 2017. Mereka telah melakukan kontak dengan Anis Amri, seorang pencari suaka Tunisia yang memiliki hubungan dengan kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Pada 2016, Amri membajak sebuah truk dan kemudian menabrak pasar Natal Berlin. Kecelakaan itu menewaskan 12 orang.

Berdasarkan data yang dirilis Homeland Intelligence Agency, jumlah kelompok Salafi di Jerman meningkat ke level tertinggi, mencapai 12.150 pada 2019. Angka ini meningkat tiga kali lipat sejak 2011. (ARN)

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *