Pres.-Jokowi-696x464.jpg

Alhamdulillah! Jokowi Minta Menag Bangun Rumah Tampung di 4 Perguruan Tinggi untuk Atasi Intoleransi

Diposting pada
Pres. Jokowi Alhamdulillah!  Jokowi meminta Menteri Agama membangun rumah di 4 perguruan tinggi untuk mengatasi intoleransi
Sebagai contoh, pada Rabu (26/2/2020), Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas di Kantor Kepresidenan Jakarta. Rapat kabinet membahas pemindahan ibu kota negara. ANTARA FOTO / Sigid Kurniawan / ama. (SIGID KURNIAWAN)

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan Presiden Joko Widodo dan Sekretaris Menteri Negara Pratikno telah memberikan arahan pembangunan perumahan di empat universitas.

Menurutnya, rumah tersebut nantinya akan digunakan untuk mengatasi masalah intoleransi, khususnya di bidang pendidikan tinggi melalui pendidikan nasional dan moderasi agama.

“Insya Allah di tahun ajaran baru, rumah Tampung ini bisa digunakan sebagai upaya untuk meminimalisir upaya indoktrinasi di kalangan mahasiswa,” kata Yaqut seperti dikutip situs resmi Kementerian Agama (Kemenag), Senin. (19) / 4 2021).

Empat perguruan tinggi yang akan menyiapkan Shelter House adalah Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Sementara itu, terkait upaya pengurangan terorisme dan intoleransi di Indonesia, kata Yaqut, yang perlu dilakukan adalah mengakui bahwa tindakan tersebut lahir dari kesalahpahaman agama.

Dalam mengatasi persoalan bangsa ini, kata dia, Kementerian Agama tidak bisa berjalan sendiri. Kementerian Agama, menurut Yaqut, harus menyelesaikan masalah ini bersama pihak lain yang berkepentingan seperti Badan Intelijen Negara (BIN), polisi, Densus 88, TNI.

Baca Juga :  Serdadu Belanda Bongkar Pembunuhan Disengaja atas Warga Sipil Afghanistan

Kemudian, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres).

“Jika ada kesalahan dalam memahami agama, perlu upaya bersama untuk memperbaikinya. Ke depan, Kementerian Agama akan terlibat dalam penanganan intoleransi ini,” ujarnya.

“Diharapkan dengan cara ini penanganan terorisme dan intoleransi di Indonesia bisa dilakukan secara komprehensif. Kami di Kementerian Agama akan melakukannya dengan soft power,” ujarnya.

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *