Menag-Gus-Yaqut-696x392.jpeg

Alhamdulillah! Kemenag Akan Lakukan Transformasi Digital untuk Berantas Radikalisme Melalui Internet

Diposting pada
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (Foto: Dok. Khusus)

Kementerian Agama (Kemenag) menyebut internet merupakan penyebab utama radikalisme di Indonesia. Karenanya, Kementerian Agama ingin menerapkan transformasi digital untuk memberantas radikalisme.

“Kebijakan agama untuk meminimalisir perilaku radikal dan intoleran harus diarahkan pada transformasi digital,” kata Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas dalam conference call di Jakarta, Minggu 21/3/2021.

Yaqut mengatakan rata-rata orang di Indonesia menghabiskan waktunya untuk berselancar di Internet selama tujuh jam sehari. Selama tujuh jam itu, potensi terpapar radikalisme sangat besar.

“Saat terjadi pandemi seperti ini, kebiasaan hanya mengakses internet selama tujuh jam tentu akan meningkat pesat jika kita melihat sudah berapa lama mereka terkoneksi ke internet saat terjadi pandemi,” kata Yaqut.

Menurutnya, pemerintah harus segera bertindak untuk menghilangkan paparan radikalisme dari internet. Lebih jauh, pemerintah tidak bisa ketinggalan dengan metode membongkar radikalisme dari Internet.

“Saya bertemu dengan beberapa mantan narapidana terorisme, mereka teradikalisasi dengan berinteraksi dengan sesama radikal melalui media sosial,” kata menteri agama.

Saat ini, Kementerian Agama (Kemenag) sedang merumuskan strategi implementasi transformasi digital untuk menangkal paparan radikalisme dari internet ke masyarakat. Transformasi digital ini rencananya akan menarik konferensi dari berbagai agama.

Baca Juga :  Kunker Perdana ke Bali, Sandiaga Uno Tinjau Prokes Bandara Ngurah Rai

“Jadi kalau sebelumnya memfasilitasi akting atau majelis taklim, saya kira Kementerian Agama perlu lebih banyak menerapkan transformasi digital untuk siaran seperti ini ke depan,” ujarnya.

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *