Pelaku-696x392.jpeg

Alhamdulillah! Tim Gabungan Tangkap Pembuat Video Hoax Jaksa Terima Suap Sidang Rizieq

Diposting pada
Foto: Penulis diduga menyebarkan hoax tentang jaksa penerima suap saat Habib Rizieq ditangkap di Takalar, Sulawesi Selatan (dok.

Tim gabungan polisi dan jaksa menangkap seorang pemuda berinisial F (18) di Kecamatan Takalar, Sualwesi Selatan (Sulawesi Selatan) karena diduga menyebarkan video palsu jaksa penerima suap dalam sidang massal dan tes usap oleh Habib Rizieq Shihab di Jakarta Timur. . Pengadilan Negeri.

“Sebelumnya (penulis) dibawa ke kantor pukul setengah tujuh pagi,” kata K Guru Takalar Salahuddin seperti dikutip detik.com, Senin (22/3/2021).

Salahuddin mengatakan tim gabungan Intel Kejari Takalar, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Polres Takalar menangkap tersangka di kediamannya di Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Takalar, hari ini.

Baca: Alhamdullilah! Polisi akan menuntut penyiar video palsu jaksa penuntut karena menerima suap dari persidangan Rizieq

“Ya (pelaku ditangkap karena dicurigai menyebarkan hoax, jaksa menerima suap dalam sidang massal dan tes swab Habib Rizieq Shihab),” kata Salahuddin saat dikonfirmasi.

Setelah diamankan, pelaku langsung dibawa ke Kejaksaan Sulsel untuk keterangan lebih lanjut. Ponsel juga telah disita, diduga sebagai alat penghasil dan penyebarluasan hoax.

“Sebelum kami dibawa ke Kejaksaan Sulsel, kami dan tim kembali ke kediaman pelaku untuk mengecek peralatan yang digunakan,” pungkas Salahuddin.

Baca Juga :  Paus Fransiskus Sebut Perang Suriah Salah Satu Tragedi Kemanusiaan Terburuk

Sebelumnya, video palsu bernama off-screen narration “mengungkap pengakuan jaksa yang mengaku menerima suap di sidang pengadilan Habib Rizieq Shihab, innalillah, wajah hukum Indonesia semakin terpuruk.”

Video berdurasi 48 detik itu memperlihatkan wawancara wartawan dengan jaksa yang kemudian ditemukan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (NTT), Yulianto.

Video klip itu berujung wawancara antara Jaksa Yulianto dan wartawan.

“Berapa banyak yang ditangkap, Tuan?” kata reporter itu.
“Yang kami tangkap adalah kuasa hukum AM, kedua AF itu donor,” kata kuasa hukum Yulianto.
“Nominalnya?” jawab reporter.
“Nilainya 1,5, bentuk uang rupee dan pecahan Rp 100 ribu dan pecahan Rp 50 ribu,” kata jaksa.
‘Ditemukan di?’ reporter itu melanjutkan.
“Ditemukan di penginapan jaksa,” kata jaksa, pungkas.

Kejaksaan pun memberikan penjelasan. Jaksa Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak dari Pusat Informasi Hukum (Kapuspenkum) mengatakan, peristiwa dalam video itu terjadi pada November 2016. Leonard menjelaskan, video itu tidak ada kaitannya dengan peristiwa persidangan Habib Rizieq.

Bahwa video penangkapan jaksa oleh tim pemerasan Kejaksaan Agung merupakan kejadian yang terjadi pada November 2016 dan bukan pengakuan JPU bahwa dirinya menerima suap dalam kasus persidangan Habib Rizieq Shihab, ”ujarnya. Leonard.

Baca Juga :  Hasil Jajak Pendapat di AS: Kesehatan Mental Biden Diragukan

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *