syaban-1.jpg

Amalan Ulama Terdahulu di Bulan Sya’ban

Diposting pada

Muslimoderat.net – Sebelumnya orang-orang saleh membaca Alquran paling banyak di bulan Sya’ban. Kebiasaan mereka kemudian ditandai oleh masyarakat. Tak heran, orang menyebut bulan Sya’ban sebagai “bulan pembaca Alquran” dan “bulan Alquran”.

Bahkan Amr bin Qais Al-Mala’i menghentikan kegiatan komersialnya di bulan Sya’ban hanya untuk menghemat waktu pengajian. Memang benar bahwa tadarus Alquran dianjurkan setiap bulan. Hanya saja tadarus sangat dianjurkan pada bulan-bulan berkah seperti Sya’ban atau Ramadhan atau di tempat-tempat mulia seperti kota Mekkah, Raudhah dan tempat-tempat mulia lainnya. Hasan bin Sahal melaporkan bahwa bulan Sya’ban bertanya kepada Allah, mengapa disisipkan di antara dua bulan besar, yaitu Rajab dan Ramadhan? “Aku memberimu waktu sebulan untuk membuat umat-Ku takut,” jawab Allah SWT.

Selain tadaro, umat Islam juga diimbau untuk bersedekah kepada fakir miskin. Hal ini dimaksudkan agar kelompok berpenghasilan rendah dan tidak pasti dapat dengan senang hati menyambut bulan puasa sebagai kelas menengah muslim dan seterusnya.

قال الحافظ ابن رجب الحنبلي رحمه الله تعالى روينا بإسناد ضعيف عن أنس رضي الله عنه قال: كان المسلمون إذا دخل شعبان انكبوا على المصاحف فقرأوها وأخرجوا زكاة أموالهم تقوية للضعيف والمسكين على صيام رمضان

Baca Juga :  Di Tengah Kisruh Demokrat Moeldoko Asyik Bermain Bersama Cucu, Netizen: Mirip Jokowi

Artinya, “kata Ibn Rajab Al-Hanbali rahimahumullah,” Kami menerima riwayat dengan sanad dhaif dari Anas RA yang mengatakan bahwa ketika seseorang memasuki bulan Sya’ban, umat Islam tunduk pada naskah Al-Quran. Mereka sibuk dengan Tadarus dan menarik barang-barang mereka untuk membantu orang miskin dan orang miskin menyambut bulan Ramadhan “(Lihat Sayyid Muhammad bin Alwi bin Abbas Al-Maliki, Ma Dza fi Sya’ban?, Cetakan pertama, 1424 H, halaman 44 ).

Tampaknya dua praktik utama salafus pia di bulan Sya’ban perlu dihidupkan kembali di masyarakat saat ini. Keduanya masih relevan untuk saat ini. Keduanya adalah kultus yang mencakup aspek ritual dan sosial. Allah Maha Tahu. (Alhafiz K)

Sumber; Warta Batavia

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *