habiburokhman-wilda-hayatun-nufusdetikcom_169.jpeg

Amien Rais dkk ke Istana, Gerindra: Jokowi Terbuka atas Kritikan

Diposting pada

Amien Rais bersama Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) 6 FPI Laskar yang membawahi Habib Rizieq bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini. Gerindra melihat pertemuan itu sebagai hal yang positif.

“Saya berpendapat positif saat rapat. Banyak hal rumit yang bisa diselesaikan jika komunikasi dibangun,” kata Wakil Presiden Jenderal Gerindra Habiburokhman kepada wartawan, Selasa (3/9/2021).

Lebih jauh, Habiburokhman menilai Jokowi sebagai sosok yang banyak dikritik. Jokowi, kata Habiburokhman, menilai kritik itu masuk akal.

“Saya kira Pak Jokowi itu orang yang terbuka untuk dikritik. Karena Pak Jokowi sudah di puncak kekuasaan, dia harus paham bahwa dikritik itu wajar,” ujarnya.

Habiburokhman pun menilai, meski Amien Rais kerap tampil berbeda pandangan dengan Jokowi, dia menyebut kedua tokoh itu punya komitmen kebangsaan yang kuat.

“Baik Pak Jokowi maupun Pak Amien Rais adalah tokoh nasional yang kita hormati secara setara. Kami yakin, meski keduanya terkadang tampak berbeda pendapat, pada prinsipnya mereka memiliki hal yang sama, yaitu komitmen nasional yang kuat,” ujarnya. kata.

Baca Juga :  Program Listrik Gratis Diperpanjang, Begini Skema Barunya

Seperti diberitakan sebelumnya, enam prajurit TP3 FPI yang dikomandani Amien Rais mengimbau pemerintah menegakkan aturan secara adil. Amien Rais dan lainnya juga mengingatkannya akan ancaman neraka saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Materi pertemuan Amien Rais dkk dengan Jokowi itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md dalam jumpa pers yang disiarkan di akun YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (3/9/2021). Mahfud mengatakan Amien Rais dan lainnya berbicara tentang penegakan hukum yang tepat dan ancaman Tuhan.

Mahfud menjelaskan, pertemuan itu tidak berlangsung lama. Pertemuan itu juga dikatakan serius.

“Pertama harus ada penegakan hukum sesuai dengan ketentuan hukum, sesuai perintah Tuhan bahwa hukum itu benar dan kedua ada ancaman dari Tuhan jika ada yang membunuh orang beriman tanpa hak, maka ancamannya adalah neraka”, Mahfud . kata.

Mahfud mengatakan, TP3 menilai kasus kematian laskar FPI merupakan pelanggaran HAM berat. Mereka ingin kasus ini dibawa ke pengadilan hak asasi manusia.

“Kemudian dia menjelaskan dulu apa yang terjadi, tujuh orang yang diwakili oleh Pak Amien Rais dan Pak Marwan Batubara mengatakan mereka yakin enam tentara FPI telah tewas dan menuntut agar mereka dibawa ke pengadilan HAM karena pelanggaran berat … HAM, yang disetujui. . Kepada Presiden, “kata Mahfud. [detik.com]

Baca Juga :  Jokowi Instruksi soal Keselamatan Usai Insiden SJ182, Ini Langkah Kemenhub

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *