Ansarullah-Rilis-Hiroshima-Yaman-Dokumen-Pesta-Kejahatan-Saudi-dan-Sekutunya.jpg

Ansarullah Rilis “Hiroshima Yaman”, Dokumen Pesta Kejahatan Saudi dan Sekutunya

Diposting pada

Sanaa, Warta Batavia – Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Biro Politik Ansarullah (Houthi) di Yaman telah merilis judul “Hiroshima Yaman,” yang mendokumentasikan kejahatan dan kebrutalan pasukan koalisi pimpinan Saudi terhadap warga sipil di Yaman.

Saluran TV disebutkan Al-Masirah Menurut Ansarullah, Pejabat Pusat Pemantauan dan Dokumentasi, Ahmed Abu Hamra, Kamis (1/4), menjelaskan bahwa laporan tersebut merupakan bagian pertama yang memuat 4.133 pembantaian dan peristiwa yang terdokumentasi, termasuk daftar waktu dan tempat secara detail. dari kecelakaan itu.

Menurutnya, ada lebih dari 566 insiden pembantaian dan insiden yang masuk dalam laporan tersebut sebagai contoh nyata kebrutalan negara-negara koalisi agresor terhadap warga sipil Yaman.

Laporan setebal 775 halaman itu mengumpulkan apa yang disebut departemen sebagai “kejahatan agresor terhadap warga sipil, anak-anak, wanita dan orang tua, didokumentasikan dengan gambar dan laporan saksi mata.”

Abu Hamra mengatakan laporan itu juga menyoroti lusinan kejahatan yang dilakukan terhadap narapidana dan tahanan di penjara koalisi pimpinan Riyadh dan tentara bayarannya.

Baca Juga :  Menko Luhut: Ada Pejabat Tinggi Pertamina Dipecat Presiden Langsung

Kepala departemen, Abdul Wahhab Al-Mahbashi, mengatakan: “Laporan tersebut mendokumentasikan kejahatan koalisi penyerang terhadap warga sipil dan menanggapi berbagai pernyataan mengenai kebrutalan penyerang.”

Dia menambahkan: “Pembebasan ini akan diikuti oleh rilis lain yang mendokumentasikan kejahatan penyerang AS-Arab Saudi-Emirat terhadap fasilitas, properti umum, pabrik, resepsi pernikahan, pasar, tempat ibadah dan berbagai kejahatan lainnya.”

Arab Saudi dan banyak sekutu regionalnya telah melancarkan invasi militer ke Yaman sejak Maret 2015 dengan tujuan mengembalikan kekuasaan kepada mantan Presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi dan menumpas gerakan Ansarullah yang telah memicu revolusi rakyat melawan pemerintah Hadi.

Perang tersebut mengakibatkan banyak korban dan luka-luka serta menyebabkan banyak kerusakan infrastruktur negara dan fasilitas umum di Yaman, termasuk rumah sakit, sekolah, masjid, dan pabrik.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan hingga akhir tahun 2020 perang di Yaman telah menyebabkan 233.000 kematian sejak 2015, 131.000 di antaranya merupakan dampak tidak langsung dari perang tersebut berupa kekurangan pangan dan penyakit mematikan.

Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa, setidaknya 80% dari 30 juta orang Yaman membutuhkan beberapa bentuk bantuan dan perlindungan.

Baca Juga :  Ribuan Mantan Petinggi Militer dan Intelijen Israel Desak Biden Tak Kembali ke Perjanjian Nuklir Iran

Ansarullah, didukung oleh militer Yaman dan kelompok-kelompok populer, melawan pasukan pendudukan pimpinan Saudi, berhasil mempertahankan Yaman dari agresi, dan menjebak Riyadh dan sekutunya dalam perang yang tidak dapat mereka kendalikan lagi.(mm / fna / raialyoum)

Baca juga:

Ansarullah: Koalisi Saudi menahan banyak teroris di kamp Pangungsi

Ansarullah: Saudi ingin bernegosiasi agar kita akan bersamanya dalam tirani

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *