Juli 14, 2020

ASPIRATIF

Aspiratif Situs Web Berbagi Aspirasi dan Berita Indonesia Terkini, Update Setiap Hari ….

Ansor Desak Disdikbud Sragen Sanksi Guru-Pegawai yang Terbukti Sebar paham Radikal

Ansor Desak Disdikbud Sragen Sanksi Guru-Pegawai yang Terbukti Sebar paham Radikal
9 Views
Read Time:2 Minute, 5 Second
Siswa SMK N 2 Sragen kibarkan bendera terlarang HTI. Foto: Istimewa.

Aspiratif News – Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sragen Endro Supriyadi menyesalkan adanya bendera HTI di kompleks sekolah negeri. Menurut dia, sekolah yang jadi tempat penyelenggara pendidikan semestinya steril dari virus intoleran dan radikalisme.

“Kami meminta Pemkab Sragen melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk berkoordinasi dengan Pemprov Jateng dan instansi terkait agar serius mengawasi pembinaan siswa agar terhindar dari pengaruh paham keagamaan yang salah,” ujar Endro.

GP Ansor mendesak Disdikbud Sragen dan instansi terkait memberikan sanksi ke guru atau pegawai sekolah yang terbukti menyebarkan paham radikalisme ke siswa. Termasuk terkait bendera identik HTI yang berkibar di SMKN 2 Sragen.

Selaku usaha menanggulangi paham radikalisme menjalar ke sekolah-sekolah, GP Ansor Sragen juga bersedia diajak kerja sama memberikan pendampingan dalam aktifitas keagamaan baik intra maupun ekstra.

sebelum ini foto yang menggambarkan sejumlah siswa dan guru di SMKN 2 Sragen tengah membentangkan bendera Palestina dan bendera hitam yang identik dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Foto tersebut viral di media sosial.

Wakil Kepala SMKN 2 Sragen Joko Daryanto menjelaskan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sragen telah memberikan anjuran dan masukan terkait problem berkibarnya bendera berlafal tauhid pada kain hitam yang identik dengan simbol Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Joko mengakui siswa tidak memahami bahwa bendera yang mereka bentangkan itu identik dengan simbol HTI, sebuah organisasi yang telah dinyatakan terlarang.

“Bocah kecil tahunya itu bendera tauhid. Sesuatu yang bagus kan itu. Namun, mereka tidak memahami jika bendera itu identik dengan simbol HTI. Ini sebab kurangnya sosialisasi terkait organisasi yang dicegah berikut simbolnya,” terang Joko Daryanto, Kamis (18/10/2019).

Joko menerangkan pengambilan foto siswa dan guru dengan membawa serta bendera yang identik dengan simbol HTI itu dilaksanakan waktu pengukuhan pengurus Rohis SMKN 2 Sragen pada Sabtu-Minggu (5-6/10/2019). Menurut dia, pengurus Rohis cuma meminjam bendera itu dari pihak luar.

Dalam foto lain, bendera itu disandingkan dengan bendera merah putih dan bendera Palestina. “sesudah dilantik dan dikukuhkan, mereka punya antusias baru. Mungkin mereka cuma ingin meggelorakan antusias perjuangan dengan membawa serta bendera itu,” papar Joko.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ingin para guru juga memberikan klarifikasi. Ganjar mengklaim telah mengetahui para guru yang terlibat, bahkan ikut menelusuri jejak digital mereka di media sosial.

Dia menginginkan para guru tersebut dapat memberikan klarifikasi dengan baik. Kalau guru tersebut tidak mau memberikan klarifikasi, barulah mereka wajib bersiap-siap terkena sanksi. [Aspiratif News/pin]

Penjelasan: Disadur dan diedit dari Solopos.com dan Liputan6.com


Ansor Desak Disdikbud Sragen Sanksi Guru-Pegawai yang Terbukti Sebar paham Radikal

0 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %