Antisipasi Musim Kemarau, Sleman Andalkan Benih Tahan Kekeringan – Aspiratif News

Views: 14
Read Time:3 Minute, 50 Second

Antisipasi Musim Kemarau, Sleman Andalkan Benih Tahan Kekeringan – Aspiratif News

Bagian strategi untuk melarang kemarau Dilakukan Pihak Tani Unggul, Desa Taman Martani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, DIY. Yaitu bermitra dengan PB Usaha Tani memproduksi benih padi tahan kekeringan varietas Inpari 32 dan Inpari 42 seluas 10 Ha melalui aktifitas Pengembangan Petani Produsen Benih Padi Berbasis Korporasi Petani. 

Direktur Perbenihan, Mohammad Takdir Mulyadi menerangkan benih jadi tahapan awal yang dapat menentukan keberhasilan budidaya. “Maka pemilihan varietas jadi bagian amat penting,” ujarnya. 

Takdir berkeinginan dengan pemilihan varietas yang pas, tahan kekeringan serta toleran untuk Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) akan jadi jalan penyelesaian akibat Pergantian iklim global. 

Takdir menambahkan bahwa sesuai arahan Direktur Jend. Tanaman Pangan, Suwandi bahwa Kementerian Pertanian (Kementan) di bawah kepemimpinan Mentan Syahrul Yasin Limpo untuk terus mengupayakan ketersediaan benih varietas unggul dalam melarang kekeringan agar tidak terjadi kelangkaan benih pada musim tanam berikut.

READ  Visi 2030, Arab Saudi Siap Tingkatkan Kuota Haji Sampai 5 Juta Orang - Aspiratif News

Menurut Suwandi agar produksi tingggi maka wajib gunakan benih padi yang berkualitas karena benih ialah penciri produktivitas. Selanjutkan Penting peningkatan akses bagi petani agar mudah memperoleh benih unggul. “Dengan memberdayakan petani jadi penangkar yang mandiri maka akan memperluas penyediaan benih berkualitas,” ujarnya. 

Dari data deskripsi varietas, varietas unggul tahan kekeringan yang direkomendasikan adaptif di lahan kering di antaranya varietas Batutegi, Situ Patenggang, Situ Bagendit, Inpago 4, Inpago 5, Inpago 7, Inpago 8, Inpago 9, Inpago 10, Inpago 11, Inpago 12, Luhur 1, Luhur 2, Jatiluhur.

Adapun varietas unggul tahan kekeringan yang adaptif di lahan tadah hujan di antaranya varietas Batutegi, Sarinah, Towuti, Dodokan, Silugonggo, Inpari 10, Inpari 11, Inpari 12, Inpari 13, Inpari 18, Inpari 19, Inpari 20, Inpari 22, Inpari 26, Inpari 27, Inpari 28, Inpari 32, Inpari 33, Inpari 38, Inpari 39, Inpari 40, Inpari 41, Inpari 42, Inpari 43.

Seno, yang bekerja di PB Usaha Tani menguraikan kelebihan varietas 42 dan Varietas 32 yang waktu ini mulai jadi primadona petani di wilayahnya (Bantul, Kulon Progo). “Bahkan benihnya selalu habis jikalau diproduksi sampai ke provinsi lain (Jateng dan Jatim),” urainya. 

READ  Kata Pengamat Problem Posisi Golkar di Pemerintah Jokowi Jilid II

Varietas Inpari 32 punya kelebihan tahan untuk kekeringan, tahan penyakit kresek dan tungro, serta gabahnya bernas/bobot padi lebih berat. Dari ubinan yang telah ditanam selama ini, produksinya dapat mencapai 9 ton/ha gabah kering panen atau setara dengan 7,5 ton gabah kering giling (7,2 ton benih.

Sementara itu varietas Inpari 42 masih terbilang baru, tetapi petani sudah mulai menyukai karena punya kelebihan bersifat amphibi atau mudah beradaptasi waktu kekeringan dan genangan selama 2 minggu, tahan rebah, serta tahan untuk OPT hama  tungro, wereng batang coklat (WBC), dan hawar (penyakit) daun yang dapat menurunkan produksi. 

Spesial Inpari 42, karena daun benderanya berdiri tegak lurus sempurna, sehingga tidak ada gangguan burung, ujar Seno. “Pemanfaatan pupuk dan aplikasi pestisida lebih irit, tanaman lain 8 kali semprot pestisida, untuk Inpari 42 cuma 5 kali semprot. Kecuali itu produktivitasnya cukup tinggi mencapai 8 ton/ha gabah kering panen (GKP) atau setara dengan 6,5 ton benih”, imbuh Seno. 

Seno yang selalu berbagi pengalaman untuk petani meminta pemanfaatan benih bermutu bersertifikat dan gunakan pestisida sesuai rekomendasi yang benar.  “Jika benihnya bermutu, tentu pertumbuhan akan baik, produksinya melimpah”, katanya. (RO/OL-10)

READ  Dalam Kitab Mukasyafatul Qulub Mencintai Allah Tidak Cukup Dengan Ibadah


Antisipasi Musim Kemarau, Sleman Andalkan Benih Tahan Kekeringan – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *