Antisipasi Pencaplokan, NU Lumajang Gelar Labelisasi Nyaris 2.000 Masjid – Aspiratif News

Views: 15
Read Time:2 Minute, 36 Second

Antisipasi Pencaplokan, NU Lumajang Gelar Labelisasi Nyaris 2.000 Masjid – Aspiratif News

Lumajang, Aspiratif News

Pengurus Cabang (PC) Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Lumajang  mempunyai gawe besar tahun sekarang.  Yaitu menggelar labelisasi masjid di seluruh Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.  Bukan sekadar memasang  logo NU tapi secara administrasi juga memberikan power hukum pada masjid yang dilebeli NU.


Menurut Ketua PC  LTMNU  Lumajang, kiai Nur Chotib, labelisasi masjid waktu ini cukup penting.  Sebab, cerita soal masjid yang jadi ajang sengketa antar Famili takmir, sudah banyak bertebaran. Atau lebih parah lagi,  di beberapa daerah tidak sedikit masjid  NU yang diambil paksa pengelolaannya oleh pihak di luar NU, yang seterusnya jadi ‘milik’ mereka.


“Itu mesti kita antisipasi, dan Lumajang telah memulai dengan program labelisasi masjid NU,” ujarnya  di kantor PCNU Lumajang,  Jumat (3/7).


Menurut kiai Nur Chotib, labelisasi masjid NU amat mendesak menyusul kian terbukanya Indonesia bagi pendatang dengan  ideologi yang  ‘beda’ dengan Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) .  Pendatang itu awalnya amat santun ngopeni  jama’ah dan merawat  masjid.  Namun lama kelamaan dan sedikit untuk sedikit,  ketakmiran masjid diambil alih, sampai akhirnya merubah total  amalan dan cara ibadah jama’ah sesuai dengan ajaran mereka.

READ  Tidak mau Kubu yang Berbisnis Agama untuk Kekuasaan


“Tetapi jikalau masjid itu kita kasih lebel NU, insyaallah mereka juga berpikir seribu kali untuk mencaplok, apalagi kita  juga memperkuat kepemilikan masjid itu secara legal  formal,” terangnya.


Sementara itu, Ketia Tim Pendataan Lebelisasi Masjid NU, kiai M Hakam Joenaidi menerangkan, hitungan total masjid di Kabupaten Lumajang sebanyak 1182 unit yang tersebar di 21 Kecamatan,  210 desa, dan 7 kelurahan. Adapun pola labelisasi diawali dengan pendataan melalui  masing-masing  Pengurus Anak Cabang  LTMNU.  Mereka  sudah bergerak ke lebih separuh hitungan total masjid untuk mendata dengan pengisian formulir,  mengambil gambar masjid, dan tentu saja minta Penjelasan dari takmir masjid.


Alhamdulillah, teman-teman LTMNU di kecamatan cukup gesit. Waktu ini sudah terkumpul berkas pendataan  720 masjid yang meliputi 16 kecamatan,” jelasnya.


Ia menambahkan, sesudah berkas terkumpul, tim pendataan  bergerak, mendatangi langsung  masjid-masjid  sesuai alamat yang tertera dalam berkas itu. Gunanya untuk mencocokkan atau memverifikasi antara data yang tertulis dengan kondisi sejatinya lapangan.

READ  Masyarakat Banyuangi Ini Menyebut Ceramah Sugi Nur Banyak Memotivasi Anak Milenial


Katanya, di tahap verifikasi itu dicek betul ciri-ciri ke-NU-an masjid, baik dari sisi fisik seperti keberadaan bedug, tongkat, dan sebagainya. Begitu juga ciri-ciri ibadah seperti azan 2 kali (jumatan), pembacaan qunut  (subuh) dan seterusnya.  Dan tidak lupa takmir masjid mesti menanda tangani pakta integritas yang isinya di antaranya ialah wajib melestarikan amalan NU, dan ikut aturan PCNU Lumajang.


“Di masjid itu juga wajib dipasangi logo NU,” pungkasnya.


kiai Hakam Joenaidi mengakui sungguh tidak gampang  untuk merampungkan pekerjaan besar tersebut. Sebab  hitungan total masjidnya cukup banyak, di samping  letaknya tidak sedikit yang  sulit, mesti naik demonstrasi tidak beraspal, bahkan menerobos  sungai.


Tentu dari hitungan total itu (1182 masjid) tidak semuanya dapat dilabeli NU. Makanya kita data, nanti jikalau sudah rampung , masjid milik NU akan kami masukkan dalam aplikasi SIMASNU  (Sistem Informasi Masjid Nahdlatul Ulama) untuk memudahkan pemantauan, koordinasi, dan sebagainya ,” pungkasnya.


Reporter: Aryudi A Razaq

Editor: Ibnu Nawawi

READ  Ahad 21 Juni Akan Ada Gerhana Matahari Cincin - Aspiratif News

 

Antisipasi Pencaplokan, NU Lumajang Gelar Labelisasi Nyaris 2.000 Masjid – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *