Connect with us

Edukasi

Apa Itu Teori Belajar Ausubel? Simak Kelebihan dan Kekurangannya

Published

on

JAKARTA, ASPIRATIF.com – Belajar merupakan suatu proses mendapatkan pengetahuan (knowledge), mengembangkan keterampilan (skills), pemahaman dan nilai preferensi baru (preference), yang mampu mengubah dan menetapkan sikap (behaviours).

Ada berbagai macam cara untuk mendapatkan pengetahuan. Proses belajar yang beragam dipengaruhi oleh pola pikir yang mendasari. Salah satu teori belajar dikemukakan oleh ahli psikologi pendidikan, David Ausubel.

Mengutip dari buku Teori Belajar dan Implikasinya dalam Pembelajaran karya Molli Wahyuni dan Nini Aryani, diketahui David P. Ausubel lahir 25 Oktober 1918 di Brooklyn, New York. Pada tahun 1950, Ausubel meraih gelar magister dan doktor dalam bidang Psikologi Perkembangan dari Universitas Columbia.

Dalam beberapa tahun setelahnya, Ausubel aktif menjalani upaya menjadi profesor di beberapa sekolah pendidikan. Setelah pensiun, Ausubel mengabadikan waktunya dengan menulis buku.

Advertisement

Dari hasil pemikirannya ada salah satu ide skema konseptual tentang bagaimana orang memperoleh pengetahuan. Melalui sebuah teori yang kerap dikenal Teori Belajar Ausubel.

Berdasarkan teori tersebut, diketahui seseorang mendapatkan pengetahuan baru melalui asimilasi dengan konsep-konsep yang relevan dengan penegtahuan sebelumnya.

Untuk mengetahui lebih lanjut, mari simak penjelasan mengenai Teori Belajar Ausubel.

Apa itu Teori Belajar Ausubel?

Menurut Ausubel, terdapat dua jenis belajar yaitu belajar bermakna (meaningful learning) dan belajar menghafal (rote learning). Belajar dengan cara menghafal terjadi bila struktur kognitif cocok dengan fenomena baru namun belum ada makna, sehingga informasi baru itu harus dipelajari dengan cara dihafal.

Advertisement

Mengutip dari buku Teori dan Aplikasi Pembelajaran IPA SD/MI karya Putu Yulia Angga Dewi dkk., Teori Belajar Ausubel dikenal juga dengan meaningful learning. Artinya, proses belajar bermakna menitikberatkan relevansi pelajaran dengan struktur kognitif yang dimiliki orang tersebut. Peserta didik akan mengaitkan informasi yang baru didapat dengan pengetahuan yang sudah dimiliki sebelumnya.

See also  Mengenal Ciri-ciri Insomnia

Ausubel membedakan dua dimensi proses belajar, yaitu belajar dengan menemukan dan belajar dengan menerima. Pada proses belajar dengan menemukan, siswa akan mencari dan menemukan pengetahuan. Sedangkan dalam proses belajar menerima, siswa akan menerima konsep, ide, atau materi pengetahuan dari guru.

Setelah itu, jika tidak ada upaya untuk mengasimilasikan atau mengaitkan pengetahuan baru yang didapat dengan pengetahuan yang sudah dimiliki orang tersebut, maka akan terjadi proses belajar hafalan.

Tipe Belajar dari Teori Belajar Ausubel
Pembelajaran bermakna (meaningful learning) mengacu pada konsep bahwa pengetahuan baru yang dipelajari oleh seseorang akan dipahami sepenuhnya dengan melihat kaitan fakta spesifik dari pengetahuan tersebut dengan fakta-fakta yang tersimpan sebelumnya.

Dalam kaitannya, Ausubel mengemukakan empat tipe belajar yaitu:

Advertisement

– Belajar dengan penemuan yang bermakna
– Belajar dengan penemuan tidak bermakna
– Belajar menerima yang bermakna
– Belajar menerima yang tidak bermakna

Kelebihan dan Kekurangan Teori Belajar Ausubel

Mengutip buku Teori-Teori Belajar dalam Pendidikan karya Feida Noorlaila Isti’adah, Teori Belajar Ausubel memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan di antaranya:

Kelebihan:
1. Informasi yang dipelajari dengan prose belajar bermakna akan lebih lama diingat.

2. Informasi baru yang telah dikaitkan dengan konsep-konsep relevan sebelumnya dapat meningkatkan konsep yang telah dikuasai sebelumnya.

Advertisement

3. Informasi yang pernah dikuasai sebelumnya dan sempat dilupakan akan tetap meninggalkan bekas, sehingga memudahkan proses belajar materi pelajaran yang mirip

Kekurangan:
1. Informasi yang dipelajari secara hafalan tidak akan lama diingat

2. Jika seseorang ingin belajar tanpa mengaitkan dengan satu pengetahuan sebelumnya, maka dinyatakan sebagai hafalan dan tidak akan bermakna sama sekali baginya.

Dengan demikian, Teori Belajar Ausubel menekankan proses belajar yang mendatangkan hasil bermakna dengan menghubungkan konsep relevan dengan struktur kognitifnya

See also  Mengenal Ki Hajar Dewantara Sebagai Bapak Pendidikan Indonesia

Source: Detikcom

Advertisement

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *