Apa yang Mesti Dipahami Bin Salman dari Power Yaman? – Aspiratif News

Views: 30
Read Time:3 Minute, 1 Second

Apa yang Mesti Dipahami Bin Salman dari Power Yaman? – Aspiratif News

Aspiratif News-Banyak orang tahu, dan cuma sedikit yang mengakui, bahwa Gabungan Saudi sudah kalah semenjak pekan-pekan ke-1 agresi mereka.

Tatkala engkau memulai perang dan mengakui dirimu sebagai pihak tertangguh dalam perang tersebut, akan tetapi engkau tidak dapat meraih kemajuan di pekan-pekan ke-1 perang, artinya engkau sudah kalah dalam perang.

Inilah yang dapat dikatakan soal perang di Yaman yang diawali lebih dari 5 tahun lalu, tapi tidak membawa hasil apa pun bagi penyulutnya. Padahal dalang perang ini sudah menghabiskan milyaran dolar untuk melengkapi pasukannya dengan bermacam senjata modern.

Dalam bahasa, “preventif” artinya menghentikan sesuatu dan mencegah kelanjutannya. Makna ini sesuai dengan respons bangsa Yaman ke agresi Gabungan pada tahun ke-1 dan ke-2.

Akan tetapi akhir-akhir ini, khususnya dalam 2 tahun terakhir, daya-kerja angkatan bersenjata Yaman telah melampaui kata “preventif.” Sebab, serbuan angkatan bersenjata mereka meliputi serbuan udara ke bandara Abu Dhabi, perusahaan Aramco, dan yang teranyar, peluncuran rudal Quds dan Dzulfiqar ke utara Riyadh.

READ  Resep Rendah Hati menurut Syekh Abdul Qadir al-Jilani - Aspiratif News

Kemajuan dalam kesanggupan perang Yaman ini mempunyai makna-makna angkatan bersenjata dan refleksi politis tersendiri.

Di Medan Perang

Dengan mengakui hantaman rudal Yaman ke sejumlah wilayah di Saudi, artinya Riyadh mengakui Operasi Preventif IV Yaman. walaupun Otoritas Saudi berusaha mengesankannya sebagai hal remeh, akan tetapi hasilnya malah akan berbalik. Sebab, waktu rudal buatan Yaman dapat melenggang sampai ibu kota Saudi tanpa ada halangan, operasi tersebut layak dilabeli “kesuksesan besar dalam mematahkan power angkatan bersenjata mahal Saudi.”

Mungkin sebagian orang, untuk menghibur diri, akan menerangkan bahwa itu terjadi karena sistem pertahanan AS tidak menghadang rudal-rudal Yaman. Akan tetapi pertanyaan Utama di sini ialah: kenapa rudal-rudal Yaman ‘dibiarkan’ melenggang sampai Riyadh, padahal dapat dihadang sistem pertahanan AS? Jikalau sungguh begitu, lalu di manakah sistem-sistem pertahanan Riyadh, dan semua alat serta radar yang dibelinya dari Israel?

Di Kancah Politik

Jelas bahwa tidak 1 pun sekutu Bin Salman yang bersedia menyertainya dalam meneruskan agresi ke Yaman.

READ  Tuntutan Pembubaran Banser Bukti Nyata Ada Keterlibatan HTI di Rusuh Papua - Warta Batavia

UEA sudah beberapa bulan mundur dari permainan ini. Waktu ini Abu Dhabi memfokuskan usaha untuk menjaga capaiannya di selatan Yaman, khususnya di Aden dan pulau Socotra. Para panglima perang dari bermacam negara, yang di awal agresi berfoto berbarengan untuk propaganda angkatan bersenjata Saudi, sudah lama tidak terdengar kabarnya.

Terkait AS, Bin Salman juga telah menghabiskan ‘depositonya’ di Pemerintahan Donald Trump. Awalnya, ongkos sebesar 450 milyar dolar yang diberikan Bin Salman ke Trump waktu berkunjung ke Riyadh, akan dipakai untuk mendukungnya bertakhta di singgasana Saudi. Akan tetapi, Bin Salman sudah keburu menghabiskannya untuk berbelanja sokongan Trump waktu ia menangkapi puluhan pangeran dan menghabisi Jamal Khashoggi.

sesudah itu, Bin Salman juga melakukan kekeliruan lain, yaitu dengan menaikkan produksi minyak Saudi beberapa bulan lalu. Ini membikin Trump marah besar, sampai-sampai Bin Salman terpaksa Menyuruh berangkat stafnya keluar dari ruangan agar mereka tidak menguping suara amarah Trump waktu meneleponnya.

Orang bilang, “mengakui kekeliruan ialah sebuah keistimewaan.” sesudah Operasi Preventif IV Yaman kemarin, tampaknya tidak ada lagi banyak pilihan di meja Saudi. Dapat jadi, dalam waktu tidak lama Bin Salman akan menguping anjuran dari majikan AS-nya, juga para sekutunya, agar “sebaiknya ia mengakui kekalahan.”

READ  Bisyaroh Cuma Dapat di Lakukan Pesantren, Cuma Untuk Memperoleh Barokah kyai

Hossein Mousavi (af/alalam)

Baca Juga:

Analis Yaman: Houthi Telah Mempermalukan Saudi di Mata Dunia

Ansharullah: Ekonomi Saudi Dapat Selamat dengan Mengakhiri Gabungan Agresi ke Yaman


Apa yang Mesti Dipahami Bin Salman dari Power Yaman? – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *