makam1-696x392.jpg

Apakah Arwah Orang Yang Wafat Dapat Berjumpa dengan Arwah Orang Hidup?

Diposting pada
Makam Syekh Burhanuddin, Ulakan Sumatera Barat, Lembaga Pemasyarakatan Islam dan Ordo Syathariyah.

Masalah ini secara khusus dibahas dan direvisi oleh Syekh Ibn Qayyim dalam bukunya Ar-Ruh:

اﻟﻤﺴﺄﻟﺔ اﻟﺜﺎﻟﺜﺔ ﻭﻫﻰ ﻫﻞ ﺗﺘﻼﻗﻲ ﺃﺭﻭاﺡ اﻷﺣﻴﺎء ﻭﺃﺭﻭاﺡ اﻷﻣﻮاﺕ ﺃﻡ ﻻ
ﺷﻮاﻫﺪ ﻫﺬﻩ اﻟﻤﺴﺄﻟﺔ ﻭﺃﺩﻟﺘﻬﺎ ﻛﺜﺮ ﻣﻦ ﺃﻥ ﻳﺤﺼﻴﻬﺎ ﺇﻻ اﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻭاﻟﺤﺲ ﻭاﻟﻮاﻗﻊ ﻣﻦ ﺃﻋﺪﻝ اﻟﺸﻬﻮﺩ ﺑﻬﺎ ﻓﺘﻠﻘﻲ ﺃﺭﻭاﺡ اﻷﺣﻴﺎء ﻭاﻷﻣﻮاﺕ ﻛﻤﺎ ﺗﻼﻗﻲ ﺃﺭﻭاﺡ اﻷﺣﻴﺎء

Bab ketiga, bisakah jiwa orang yang hidup bertemu dengan roh orang mati atau tidak?

Ada banyak saksi dan argumen untuk topik ini dan hanya Allah yang tahu jumlahnya. Panca indera dan realitas adalah saksi yang paling indah, roh yang hidup dapat bertemu dengan roh orang mati seperti halnya roh yang hidup (Ar-Ruh 20).

Syekh Ibn Qayyim kemudian menyampaikan beberapa kisah ulama salaf, sahabat atau tabi’in:

ﻭﻗﺎﻝ ﺳﻌﻴﺪ ﺑﻦ اﻟﻤﺴﻴﺐ اﻟﺘﻘﻲ ﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﺳﻼﻡ ﻭﺳﻠﻤﺎﻥ اﻟﻔﺎﺭﺳﻲ ﻓﻘﺎﻝ ﺃﺣﺪﻫﻤﺎ ﻟﻵﺧﺮ ﺃﻥ ﻣﺖ ﻓﺎﻟﻘﻨﻲ ﻓﺎﺧﺒﺮﻧﻲ ﻟﻘﻴﺖ ﻟﻘﻴﺖ ﺭﺑﻚ ﻭﺇﻥ ﻗﺒﻠﻚ ﻟﻘﻴﺘﻚ ﻓﺄﺧﺒﺮﺗﻚ ﻓﺄﺧﺒﺮﺗﻚ ﻵﺧﺮ اﻵﺧﺮ ﻭﻫﻞ ﺗﻠﺘﻘﻲ اﻷﻣﻮاﺕ ﻭاﻷﺣﻴﺎء ﻗﺎﻝ ﻧﻌﻢ ﺃﺭﻭاﺣﻬﻢ ﻓﻲ اﻟﺠﻨﺔ ﺗﺬﻫﺐ ﻓﻤﺎﺕ ﺣﻴﺚ

Baca Juga :  Pak Jokowi, Kriteria Ini Cocok Buat Isi Kursi Mensos dan Menteri KP

Sa’id bin musayyab mengatakan bahwa Abdullah bin Salam bertemu dengan Salman Al-Farisi, salah satu dari mereka berkata: “Jika kamu mati dulu, datanglah padaku dan katakan padaku apa yang kamu temukan dari Tuhanmu. Jika aku mati dulu, baru sampai jumpa.” Salah satu dari mereka bertanya apakah roh orang yang sudah meninggal dapat bertemu dengan roh orang yang masih hidup? Dia menjawab, “Ya, roh mereka ada di surga, mereka bisa pergi kemanapun mereka mau.” Setelah kematiannya, saya bertemu dengannya dalam mimpi (Ar-Ruh 22)

ﻭﻟﻤﺎ ﺣﻀﺮﺕ ﺷﺮﻳﺢ ﺑﻦ ﻋﺎﺑﺪ اﻟﺜﻤﺎﻟﻰ اﻟﻮﻓﺎﺓ ﺩﺧﻞ ﻋﻠﻴﻪ ﻏﻀﻴﻒ ﺑﻦ اﻟﺤﺎﺭﺙ ﻭﻫﻮ ﻳﺠﻮﺩ ﺑﻨﻔﺴﻪ ﻓﻘﺎﻝ ﻳﺎ ﺃﺑﺎ اﻟﺤﺠﺎﺝ ﺇﻥ ﻗﺪﺭﺕ ﻋﻠﻰ ﺃﻥ ﺗﺄﺗﻴﻨﺎ ﺑﻌﺪ اﻟﻤﻮﺕ ﻓﺘﺨﺒﺮﻧﺎ ﺑﻤﺎ ﺗﺮﻯ ﻓﺎﻓﻌﻞ … ﻓﻤﻜﺚ ﺯﻣﺎﻧﺎ ﻻ ﻳﺮاﻩ ﺛﻢ ﺭﺁﻩ ﻓﻲ ﻣﻨﺎﻣﻪ

Ketika Syuraih bin Abid Ats-Tsumali hendak meninggal, dia didekati oleh Ghudaif bin Harith, dia merasa kasihan padanya. Dia berkata, “Wahai Abu Hajjaj, jika Anda dapat datang kepada kami setelah kematian dan memberitahu kami apa yang Anda lihat, lakukanlah.” Untuk waktu yang lama dia tidak melihatnya, lalu dia melihatnya dalam mimpi (Ar-Ruh 22)
Mengapa roh mencapai roh orang yang hidup? Karena semangat bisa.

Baca Juga :  Fadli Zon Dapat Ancaman Diatas 5 Tahun Penjara, Begini Kata Habib Muannas

ﻗﺎﻝ ﻣﺎﻟﻚ ﺭﺣﻤﻪ اﻟﻠﻪ ﺃﻧﻪ ﺑﻠﻐﻨﺎ ﺃﻥ اﻷﺭﻭاﺡ ﺗﺴﺮﺡ ﺣﻴﺚ ﺷﺎءﺕ

Malik berkata: “Telah terpikir oleh kami bahwa roh dapat pergi kemanapun dia mau” (Ar-Ruh 92).

Bagaimana jika saya terus berargumen bahwa pertemuan 2 roh terjadi dalam mimpi, bukan di dunia nyata? Hhhmmm aku suka banget sama orang yang menyebalkan. Ya kadang saya akan terus menulis, yang penting percaya dulu.

KH Ma’ruf Khozin

Sumber: https://www.facebook.com/100000539955543/posts/4493230910704863/

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *