China-Sudah-Melampaui-AS-dalam-Jumlah-AL-Rudal-Darat-dan-Sistem-Rudal-Udara.jpg

AS Disalip China dalam Hitungan total AL, Rudal Darat dan Sistem Rudal Udara

Diposting pada

China Telah Ungguli AS dalam Hitungan total AL, Rudal Darat dan Sistem Rudal Udara

WASHINGTON – Laporan teranyar Pentagon soal power angkatan bersenjata China sudah memperlihatkan Serdadu Pembebasan Rakyat (PLA) sudah melampaui angkatan bersenjata Amerika Serikat (AS) dalam hal hitungan total Angkatan Laut, rudal darat, dan sistem pertahanan rudal udara hebat.

Kantor Pentagon mengeluarkan laporan tahunan “Military and Security Developments Involving the People’s Republic of China (PRC)”, yang merinci bagaimana sebuah negara yang ditandai selaku pesaing strategis Inti Amerika Serikat itu sudah maju.

Dokumen tersebut diawali dengan merefleksikan bagaimana laporan milenial Pentagon 2 dekade lalu sebagian besar menepis kebangkitan PLA, akan tetapi sekarang PLA Ada di jalur untuk jadi apa yang digambarkan oleh Presiden Xi Jinping selaku “angkatan bersenjata kelas dunia” sebelum pertengahan abad ini.

Pentagon Sebut Indonesia Diincar China Jadi Pangkalan Militer

Pentagon mengartikan hal ini bahwa Beijing akan berusaha mengembangkan angkatan bersenjata pada pertengahan abad yang setara dengan—atau dalam beberapa Perkara lebih tinggi dari—angkatan bersenjata AS, atau power besar lainnya yang dinilai Republik Rakyat China (RRC) selaku ancaman.

“PRC sudah menyusun sumber daya, teknologi, dan kemauan politik selama 2 dekade terakhir untuk memperkuat dan memodernisasi PLA nyaris dalam segala hal,” bunyi penilaian laporan Pentagon, seperti dikutip Newsweek, Rabu (2/9/2020).

Baca Juga :  Rupiah Juara! Dolar AS Jebol ke Bawah Rp 14.000

“Faktanya, ditemukan bahwa China telah lebih unggul dari Amerika Serikat dalam bidang-bidang tertentu seperti pembuatan kapal, rudal balistik dan rudal jelajah konvensional berbasis darat, dan sistem pertahanan udara terintegrasi,” lanjut penilaian tersebut.

Masalah kapal, menurut laporan Pentagon, China sudah sukses menumpuk Angkatan Laut terbesar di dunia dengan kisaran 350 kapal dan kapal selam, termasuk lebih dari 130 kapal perang permukaan Inti.

Selaku perbandingan, Angkatan Laut AS mempunyai kisaran 293 kapal dalam power tempurnya.

Pada konferensi pers yang mendahului pengumuman laporan tersebut, Wakil Asisten Menhan Chad Sbragia menjelaskan ke awak media pada hari Senin bahwa Angkatan Laut Serdadu Pembebasan Rakyat diperkirakan akan mempunyai 10 kapal tambahan pada akhir tahun sekarang. “Bagaimanapun, pasti ada lebih banyak power Angkatan Laut daripada hitungan total kapal,” ujarnya.

“Saya juga akan menarik perhatian Anda ke sistem persenjataan dan penting untuk menyorot kelebihan pembuatan kapal China dalam hal ukuran armadanya, baik dalam konteks ambisi modernisasi yang lebih luas, angkatan bersenjata kelas virtual,” paparnya.

Baca Juga :  Kemenangan Ansarullah Terus Berlanjut, ISIS Nyaris Habis di Yaman Tengah

“Ini tantangan jangka panjang dan tidak cuma dibatasi oleh 1 variabel, yaitu hitungan total kapal, kemampuan tonase, kapabilitas, tempat, postur, aktivitas, dan aspek lainnya,” imbuh dia.

Soal topik power rudal, Sbragia menjelaskan China merasa mempunyai kelebihan asimetris atas power regional tidak terkecuali Amerika Serikat, dan Kemajuan serta perluasannya sudah signifikan.

Menurut laporan Pentagon, China juga mempunyai lebih dari 1.250 rudal balistik yang diluncurkan di darat (GLBM) dan rudal jelajah yang diluncurkan dari darat (GLCM) dengan jangkauan antara 500 dan 5.500 kilometer, atau kisaran 310 dan 3.420 mil.

AS sendiri dicegah memproduksi senjata semacam itu berdasar Perjanjian Intermediate-range Nuclear Forces (INF) 1987 dengan Rusia. Tapi, Washington sudah keluar dari perjanjian itu.

Semenjak meninggalkan INF pada Agustus tahun lalu, AS sudah menguji masing-masing GLCM kelas menengah dan 1 GLBM dalam Kemajuan yang memetik kritik dari China dan Rusia.

Kecuali penyerbuan, China juga Menanamkan modal dalam pertahanan, menetapkan apa yang oleh laporan Pentagon disebut selaku “bagian power terbesar di dunia dari sistem pertahanan rudal surface-to-air jarak jauh yang hebat. Ini termasuk S-400 Rusia yang hebat, S-300 dan sistem yang diproduksi di dalam negeri yang Adalah bagian dari arsitektur sistem pertahanan udara terintegrasi yang kuat.

Baca Juga :  Prancis Tingkatkan Upaya Lawan Radikalisme Pasca Pemenggalan Guru

Untuk ke-1 kalinya, Pentagon tahun sekarang mengumumkan perkiraan stok nuklir China, yang diperkirakan Ada di kisaran Terbawah 200-an buah hulu ledak. Tapi, laporan kali ini menjelaskan bahwa hitungan total hulu ledak nuklir Beijing diproyeksikan akan jadi setidaknya 2 kali lipat selama 1 dekade selanjutnya.

AS sendiri diperkiraan mempunyai 5.800 hulu ledak nuklir. China sudah sukses menaikkan kesiapan Tentara nuklirnya dengan beralih ke postur peluncuran waktu warning (LOW) dengan power berbasis silo yang diperluas. Tapi, tidak seperti AS, China sudah menjanjikan keputusan strategi yang melarangnya selaku user ke-1 senjata nuklir. (raqa/aspiratif)

AS Disalip China dalam Hitungan total AL, Rudal Darat dan Sistem Rudal Udara

AS Disalip China dalam Hitungan total AL, Rudal Darat dan Sistem Rudal Udara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *