AS-Harus-Keluar-dari-Suriah-atau-Hadapi-Perlawanan-Rakyat.jpg

AS Mesti Keluar dari Suriah atau Hadapi Perlawanan Rakyat

Diposting pada

Cuma Punya 2 Pilihan bagi AS, Keluar dari Suriah atau Berhadapan dengan Perlawanan Rakyat

Suriah – Jurnalis Basma Qaddour berpendapat, dan Menegaskan bahwa AS wajib berhenti menghambat pemulihan Suriah dan Mundur dari wilayah tersebut, bareng dengan proxy-nya. Target menggulingkan Presiden Bashar Assad dan memecah belah Suriah masih di atas meja, walaupun AS tidak mungkin mencapai bagian darinya.

Pengambilalihan wilayah kaya minyak dan gas oleh Tentara Kurdi yang Disokong AS, juga pemulihan ekonomi Suriah yang terhalang oleh Undang-Undang Caesar AS yang menghukum perusahaan asing sebab berurusan dengan pemerintah Suriah, jadi sorotan Wakil Perdana Menteri Yuri Borisov selama Lawatan delegasi Rusia ke Damaskus seraya membicarakan cara-cara untuk menaikkan kebangkitan seluruh lini di wilayah itu.

“Kami mengumumkan bahwa Kedamaian relatif sudah terbentuk di Suriah dan kami Penting bekerja untuk memperkuat tren ini,” kata Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov selama konferensi pers bareng dengan timpalannya dari Suriah, Walid Muallem.

“Ini berita negatif bagi AS dan aliansinya, sebab itu sejumlah pemain eksternal berusaha menyalakan sentimen separatis di Suriah dan mempergunakan tindakan sepihak dan tidak sah untuk membekap ekonomi negara.”

Baca Juga :  Perang Suriah Teranyar: Prajurit Suriah Bersiap Hadapi Serbuan Baru ISIS
AS Harus Keluar dari Suriah atau Hadapi Perlawanan Rakyat, Militer AS Babak Belur di Suriah.
angkatan bersenjata AS Babak Belur di Suriah

Target Washington di Suriah

Basma Qaddour, seorang jurnalis Suriah dan kepala departemen di Syria Times,menjelaskan selama beberapa tahun terakhir, AS sudah memberikan pukulan berat kepada ekonomi Suriah dengan merusak infrastrukturnya dan menjatuhkan sanksi keras.

“[AS] merampas pendapatan minyak pemerintah Suriah dengan mempergunakan ‘prajurit Demokrat Kurdi’ selaku ‘penjaga’ ladang minyak Suriah,” ujarnya.

“AS secara terbuka mencuri 200.000 barel minyak dari ladang minyak Suriah tiap-tiap hari. Kecuali mencuri 400.000 ton kapas dan membakar ribuan hektar ladang gandum, mencuri 5 juta ternak. Hal itu sengaja ditunaikan untuk menghancur-leburkan nilai pound Suriah,” kata Basma Qaddour.

Angka-angka tersebut juga disuarakan oleh delegasi Suriah pada perjumpaan Dewan Keamanan PBB pada 16 Juni 2020. Pada akhir Oktober 2019, Kemenhan Rusia mengumumkan laporan rinci soal aktifitas penyelundupan minyak AS di Suriah, menyajikan data intelijen satelit, dan menjuluki tindakan Washington selaku “bandit negara”.

Mengomentari motif di balik usaha nyata Washington untuk menghancur-leburkan ekonomi Republik Arab Suriah, Basma Qaddour berpendapat bahwa maksud Inti AS di bawah pemerintahan Obama dan Trump tetap tidak berubah. Mereka “masih ingin menggulingkan Presiden Bashar al-Assad, yang dipilih secara sah, untuk memecah Suriah dan menghancurkannya”, untuk menghentikan kerja sama antara Damaskus, Teheran, dan Baghdad, yang akan bermain di tangan sekutu Inti Amerika di wilayah itu: Israel dan Arab Saudi.

Baca Juga :  Subhanallah! Muhamad-Saraswati akan Bangun Islamic Center, Masjid Raya dan Museum Budaya Tangsel

“Kehadiran AS di Suriah tidak sah dan tidak resmi. Mereka ialah Tentara pendudukan,” tegasnya.

“Jadi, Washington wajib ingat bahwa akan ada perlawanan rakyat kepada mereka dan mereka akan kembali ke rumah, baik hidup atau mati. Terserah pada pemerintahan mereka.”

Dalam pandangan Basma Qaddour, pendudukan angkatan bersenjata AS di wilayah Suriah tidak ada hubungannya dengan kepentingan nasional AS dan prajurit Amerika tidak boleh Ada dalam risiko untuk misi yang sama sekali tidak ada gunanya bagi negara itu. (qa/ummatina)

AS Mesti Keluar dari Suriah atau Hadapi Perlawanan Rakyat

AS Mesti Keluar dari Suriah atau Hadapi Perlawanan Rakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *