Asal Muasal Penyebaran Paham Khilafah Di Kampus

Hizbut-Tahrir-Ditolak-di-Negara-negara-Muslim.png
Views: 557
Read Time:2 Minute, 50 Second

Asal Muasal Penyebaran Paham Khilafah Di Kampus

Penyebaran paham khilafah di kampus bukan perkara baru, bahkan sampai Saat ini masih aktif walaupun HTI telah dicegah di Indonesia. Para pemangku keputusan strategi di perguruan tinggi mesti dapat cepat mengidentifikasi lembaga-lembaga, aktor, serta jaringan dalam kampus yang mempromosikan paham Khilafah yang bertentangan dengan ideologi negara.

Penyebaran paham radikal khususnya Khilafah di lingkungan perguruan tinggi sesungguhnya bukan isu baru di Indonesia. meskipun konsep Khilafah juga diusung oleh sejumlah kubu lain, tapi mesti dilihat bahwa HTI-lah yang amat masif mempromosikan paham tersebut dan aktif melaksanakan rekrutmen dan penggalangan di warga.

Baca juga : Membantah Propaganda Palsu Khilafah Soal Pajak

Semenjak awal 1980-an, masuknya Hitzbut Tahrir ke Indonesia disertai dengan penetrasi ke kalangan menengah perkotaan dan kubu terdidik. Kampus lantas jadi target strategis kubu ini untuk menyebarluaskan paham politik Khilafah dan memperluas sumber rekrutmen politik untuk mengembangkan organisasinya.

Kiprah HTI di Indonesia dimotori oleh Abdullah bin Nuh, pemilik Pesantren Al-Ghazali yang mengajak Abdurahman Al-Bagdadi, seorang aktivis Hitzbut Tahrir yang tinggal di Australia untuk menetap di Bogor untuk mengembangkan pendidikan di pesantren miliknya. Hal ini jadi Kesempatan bagi Abdurahman Al-Bagdadi untuk mengembangkan interaksinya dengan bermacam perkumpulan khususnya para aktivis Masjid Al-Ghifari, Institut Pertanian Bogor.

READ  Jangan Tertipu Bendera HTI yang Diatas-namakan Bendera Rasulullah

Baca juga : Kenapa Rakyat Indonesia Mesti Mewaspadai HTI ?

Gagasan-ide khilafah jadi sentral dari gerakan โ€œdakwahโ€ yang ditunaikan kelompok-kelompok dialog dan kajian agama halaqah yang sudah terpengaruh oleh Abdurahman Al-Bagdadi.

Aktivis HTI Menyamarkan Gerakan Politiknya dalam Dakwah Kampus

seusai sukses menanamkan pengaruh di lingkungan IPB, HTI cepat menyebar dengan menggunakan jaringan aktifitas Lembaga Dakwah Kampus (LDK). Gagasan khilafah HTI lantas berkembang seperti epidemik, menyusup ke bermacam perguruan tinggi di Indonesia seperti Universitas Padjajaran, ITB, IKIP Malang, Unhas, UI, UGM, Unair, ITS dan perguruan tinggi lainnya.

Sekarang, diperkirakan nyaris keseluruhan perguruan tinggi di Indonesia, khususnya perguruan tinggi Islam dan PTN terkemuka sudah disusupi oleh para aktivis HTI yang menyamarkan gerakan politiknya dalam aktifitas dakwah kampus.

Baca juga : HTI Siuman Lagi, Apakah Penting Gerakan Besar Tidak mau Kebangkitan HTI ?

Cover dakwah ini membikin HTI leluasa untuk merekrut member dan menanamkan doktrin politik khilafah. Para kubu muda terdidik di kampus yang sungguh dicirikan dengan kehausannya akan ide-ide baru dan keluar dari mainstream yang sudah mapan lantas cepat masuk dalam perangkap propaganda HTI.

READ  Tebak-tebakan Masalah Kucing Dilempar Sandal

Konsep Khilafah menurut HTI, Adalah kepemimpinan umum bagi kaum muslimin seluruhnya di dunia untuk menegakkan hukum-hukum Syariah Islam dan mengemban dakwah Islam ke semua dunia. Khilafah ialah institusi politik yang menggantikan negara nasional dan mempersatukan ummat Islam tanpa menyaksikan lagi batas-batas negara-bangsa (nation state). Khilafah juga bertugas untuk menerapkan syariah Islam dalam segala aspek kehidupan, baik itu politik, ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, politik luar negeri, dan sebagainya dalam lingkup negara Khilafah.

Kecuali itu, Khilafah juga berfungsi menyebarkan dakwah Islam ke semua dunia dengan menjalankan jihad fi sabilillah ke negara-negara lain. Elemen penting yang jadi fondasi daripada Khilafah ini terletak pada prinsip kedaulatan di tangan syariah, bukan di tangan rakyat; kekuasaan di tangan ummat; mengangkat 1 orang khalifah ialah wajib atas semua kaum muslimin; dan cuma khalifah saja yang berhak melegislasikan hukum-hukum syaraโ€™, dan Khalifah saja yang berhak melegislasi UUD dan segenap UU.

Baca juga : Ayik Heriansyah Soal Pasang Surut Hubungan FPI dan HTI

READ  Iran Menyebut Kematian Soleimani Hadiah Terbesar AS untuk Teroris

Ringkasnya, Khilafah ialah otoritas tertinggi dengan kekuasaan yang absolut dalam negara imperium yang tidak mengenal sekat nation state.

Oleh: Otjih Sewandarijatun โ€“ Alumnus Universitas Udayana, Bali.

Asal Muasal Penyebaran Paham Khilafah Di Kampus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *