dua-negara-ini-berselisih-dalam-melawan-teror-di-medsos-9iouf1ooZ2-696x500.jpg

Astaghfirullah! Begini Strategi Propaganda Online Kelompok Teror di Indonesia, Simak Penelusurannya

Diposting pada
Kedua negara ini berselisih dalam perang melawan terorisme di media sosial 9iouf1ooZ2 Astaghfirullah!  Berikut strategi propaganda online untuk kelompok teroris di Indonesia, simak jejaknya
Ilustrasi (Googleimage)

Aksi propaganda ajaran ISIS yang menghasut kekerasan semakin merajalela di dunia maya. Dari ibu rumah tangga hingga aktivis muda dari organisasi agamanya, mereka bisa jadi sasaran empuk.

Konten yang berafiliasi dengan ISIS tersebar di seluruh dunia maya dan mudah diakses oleh publik tanpa perlu menggunakan identitas anonim.

Tim Buka Mata Narasi melihat-lihat ratusan video perang, ceramah, dan dokumen propaganda ISIS yang diunggah ke akun arsip. Salah satu pengirimnya bernama Abu Hasan Al Burni.

Dia membuat katalog video propaganda ISIS dan dokumen yang diunggah ke akun is1435 dengan total 589 judul. Konten baru saja dimuat.

Dari akun itu, kami juga diarahkan ke grup WhatsApp yang berisi ratusan pendukung ISIS dari Indonesia. Konten tersebut didominasi perempuan dan berasal dari latar belakang yang beragam. Akun tersebut masih aktif hari ini dan secara teratur memposting konten terkait ISIS dan Khilafah.

Dalam arsip tersebut, konten propaganda ISIS disebarluaskan dalam jumlah yang cukup banyak. Pengupload memutar konten lama dan terus melakukannya untuk mendapatkan dukungan dari simpatisan dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

Baca Juga :  Elite Demokrat Tiba-tiba Bicara Pos Menteri Investasi dan AHY

Bahkan Badan Intelijen Negara mengaku kewalahan dengan pemblokiran konten ini. Mengklaim memblokir konten radikal, propaganda ISIS memang mudah diakses di dunia maya.

Tonton videonya:

Sumber: https://narasi.tv/buka-mata/bimana-strategi-propaganda-online-kelroup-teror-di-indonesia-ini-penearch?

(Warta Batavia)

Astaghfirullah! Berikut strategi propaganda online untuk kelompok teroris di Indonesia, simak jejaknya

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *