ErhxgreUYAACFHu.jpeg

Astaghfirullah! Dana Donasi 6 Laskar FPI Diduga Ditilep, Dunia Kadrun Terguncang!

Diposting pada

Para pembaca, ini adalah tulisan saya yang paling banyak gambarnya. Kali ini kita menengok sedikit ke dunia sebelah, yang orang-orangnya kita sebut kadrun. Terjadinya memang di sana. Kegiatannya di sana dan ribut-ributnya juga di sana. Masalah ini terkait dengan insiden penyerangan aparat polisi oleh laskar FPI, yang berujung tewasnya 6 laskar FPI di Cikampek. Sesudah peristiwa itu, ada penggalangan dana donasi buat keluarga 6 laskar tersebut. Yang dicetuskan dan dimotori oleh seorang pengusaha bernama Irvan Gani.

Sesudah penggalangan dana selesai dan kemudian dana donasi sudah diserahkan ke semua keluarga 6 laskar itu, timbul soal baru. Yakni dipertanyakannya transparansi jumlah dan penggunaan dana donasi oleh para netizen. Yang mempertanyakan ini adalah akun-akun kadrun yang cukup terkenal, akun Negri Seterah @RestyResseh/@RestyReseeh, Lisa Amartatara, Zara Zettira, dan berbagai akun kadrun lainnya. Kali ini, saya setuju dengan tuntutan mereka terhadap Irvan Gani. Karena memang benar demikian, penggalangan dana donasi itu harus transparan, jangan sampai disalahgunakan. Ok, kita mulai ya. Ini kisahnya dari berbagai berita media dan postingan di media sosial.

Dilansir wartaekonomi.co.id pada 12 Desember 2020, dana donasi yang terkumpul tembus angka Rp 1,7 miliar. Dan itu berasal dari 42 ribu donatur Sumber. Kemudian dana itu sudah dibagikan kepada para keluarga ke-6 laskar FPI pada tanggal 10 – 11 Desember 2020. Dana sebesar Rp 1,2 miliar dibagikan rata. Untuk dana lebihnya akan dibagikan pada tahap berikutnya Sumber. Foto dan video pembagian dana donasi kepada keluarga 6 laskar FPI itu beredar juga di media sosial.

Baca Juga :  Kunjungan PM Israel Ke Teluk Persia Dipersingkat dari Tiga Hari Menjadi Tiga Jam

Mungkin tuntutan transparansi oleh para netizen sudah ada sejak bulan Desember 2020. Yang saya tahu dan sempat saya buatkan screenshotnya adalah ribut-ribut yang terjadi pada awal Januari 2021 lalu. Akun Negri Seterah @RestyResseh sendiri sudah kena suspend pihak Twitter. Mungkin karena laporan para netizen, karena akun ini memang terkenal sering mencuitkan provokasi, tuduhan, bahkan hinaan terhadap pemerintah. Pada 9 Januari 2021, akun @RestyResseh menagih lagi rekening koran dari rekening BCA milik Irvan Gani, yang dipakai untuk menggalang donasi tersebut. Dia mengingatkan pada janji Irvan Gani sendiri yang katanya akan memperlihatkan rekening koran itu demi transparansi dan akuntabilitas.

Article

Seakan menjawab tuntutan netizen, Irvan Gani kemudian mengunggah beberapa gambar yang dia sebut sebagai “laporan donasi” lewat akun Twitter-nya. Yang ada hanya rekapan singkat dan foto kuitansi.

Article

Article

Article

Yang tahu pembukuan pasti ngakak, apalagi yang paham akunting. Laporan dana pengajian kompleks ibu saya saja jauh lebih canggih daripada ini hehehe… Entahlah, mungkin memang hanya rekapan dana yang hendak disampaikan oleh Irvan Gani. Disebutkan bahwa dana yang terkumpul Rp 1,7 M. Sudah diserahkan dana masing-masing Rp 272 juta kepada keluarga laskar FPI, dengan total Rp 1.632.000.000. Ada dana buat operasional Rp 51 juta, sehingga dana donasi yang tersisa adalah Rp 17 juta.

Reaksi para netizen atas postingan Irvan Gani ini tentunya negatif. Bahkan akun @RestyResseh sampai menjanjikan akan menutup akunnya jika Irvan Gani bisa menyediakan rekening koran mencakup jumlah Rp 1,7 M. Lisa Amartatara mempertanyakan uang yang dikasih ke 6 orang pendamping (ketika menyerahkan donasi ke keluarga laskar), yang jumlahnya mencapai Rp 5 juta per orang. Sedangkan Zara Zettira mempersoalkan dana operasional Rp 51 juta dan bentuk “laporan donasi” versi Irvan Gani tersebut. Ada pula netizen yang mengungkap kesalahan penulisan kuitansi, yang memang salah ya.

Baca Juga :  BIN: Kabar 3 Anggota Tertangkap FPI Hoax!

Article

Article

Article

Article

Article

Melihat protes para netizen, Irvan Gani kemudian juga mengunggah video salah satu dari keluarga laskar FPI itu. Maksudnya buat menunjukkan semacam testimoni bahwa dana donasi sudah mereka terima. Namun, unggahan video ini malah makin memancing kecaman netizen.

Article

Bukan hanya itu saja. Para netizen kadrun pun meributkan berbagai cuitan netizen, yang sebelumnya disebut Irvan Gani sebagai saksi dari print out jumlah dan rincian donasi. Kedua netizen yang disebut saksi itu kemudian mengaku tidak terlibat dan tidak mengetahui apa-apa soal dana donasi. Mereka adalah akun @H4tun_27 dan @Mr_cosanostr.

Article

Article link twitter

Article

Article

Sementara itu, rekening BCA Irvan Gani termasuk dalam puluhan rekening terkait FPI yang sedang diblokir dan di bawah penyelidikan PPATK Sumber. Hal ini juga dijadikan alasan mengapa Irvan Gani belum bisa menyediakan rekening koran yang dituntut para netizen Sumber. Saya tidak tahu ya, apakah benar kalau rekening kita diblokir, kita pun tidak bisa meminta rekening koran? Atau masing-masing bank memiliki aturan yang berbeda-beda? Sebelum rekeningnya diblokir, para netizen sudah meminta Irvan Gani untuk mencetak sendiri rekening koran dari rekening BCA-nya lewat online banking. Saya sempat membaca beberapa cuitan soal ini, namun tidak sempat saya bikin screenshotnya.

Baca Juga :  Akun Twitter Kementerian Keuangan Kena Hack!

Menurut Irvan Gani, kehebohan para netizen itu merupakan tindakan orang-orang yang iri dan dengki saja. “Saya tidak pernah menutup celah, semua terbuka. Ketika saya mengunjungi keluarga korban, saya unggah. Kalau ada yang menyangsikan ini persoalan esensial. Mereka itu iri dan dengki, itu memang sifat manusia,” ujar Irvan Gani, dilansir sindonews.com Sumber. Hmmmm, tapi apa yang sudah diposting oleh Irvan Gani memang tidak menjawab tuntutan transparansi itu sih. Malah postingannya memancing semakin banyak kehebohan. Perkembangan terakhir malah semakin memojokkan Irvan Gani. Ada slentingan bahwa jumlah donasi yang terkumpul sebenarnya mencapai Rp 3 miliar. Ok deh, kita lihat saja perkembangannya. Saya sih tidak memihak siapa-siapa, saya hanya menyampaikan kisahnya dan opini saya sedikit berdasarkan logika. Sisanya, terserah mereka lah. Menutup tulisan ini saya kutip cuitan teman kita (bukan kadrun) yang juga memperhatikan kisah donasi ini. Selalu dari kura-kura!

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *