ISIS-reuters_ratio-16x9-1-696x392.jpg

Astaghfirullah! Jual Rumah Rp 6 Miliar untuk Gabung ISIS, Warga Jaksel Dihukum 4 Tahun Penjara

Diposting pada
ISIS 16x9 reuters melaporkan 1 Astaghfirullah!  Dijual rumah 6 miliar rupee untuk bergabung dengan ISIS, warga Jakarta Selatan divonis 4 tahun penjara
Ilustrasi, ISIS Group. FOTO / KHUSUS

Warga Jakarta Selatan berinisial AM (50) divonis 4 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) karena tergabung dalam organisasi teroris ISIS di Suriah. Hal itu terungkap dalam putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur seperti dilansir situs MA, Senin (12/4/2021).

AM diketahui telah menjual rumah dan kendaraannya di Jakarta untuk bergabung dengan ISIS.

Kasus tersebut bermula saat AM ikut aksi alot pada 2007. Selanjutnya, rumahnya di Pejaten, Jakarta Selatan, menjadi markas organisasi yang dilarang teroris.

Pada tahun 2016, AM bersama istri dan dua anaknya berangkat ke Turki dengan Turkish Airlines menuju Bandara Ataturk Istanbul. Sebelum berangkat, AM menjual dua buah mobilnya dan menjualnya seharga Rp 160 juta. Tujuannya adalah bergabung dengan ISIS di Suriah.

Sesampainya di Turki, dia meminta temannya dari Jakarta untuk menjual rumahnya di Pejaten dan dia menjualnya seharga Rp 6 miliar. Uang tersebut kemudian digunakan untuk membeli apartemen di Turki.

Apartemen ini digunakan sebagai persinggahan WNI yang ingin bergabung dengan ISIS. AM sendiri tidak dapat masuk ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS karena situasi yang mencekam.

Baca Juga :  Jokowi Dijadwalkan Tinjau Vaksinasi Covid-19 untuk Wartawan Hari Ini

Dua tahun kemudian, gerakan AM ditangkap oleh petugas dan dia dideportasi ke Indonesia. Akhirnya AOS mencobanya di Indonesia.

“Hukuman tergugat bisa diancam hukuman penjara selama 4 tahun,” kata juri.

Rapat Pemegang Saham menyatakan bahwa AM terbukti sesuai untuk tindakan yang diatur oleh undang-undang tentang terorisme. Selanjutnya, ISIS adalah organisasi terlarang. Pasalnya tidak hanya di Suriah, tapi juga di Indonesia. Di Indonesia, pendukung ISIS menggunakan peralatan apa saja dan menimbulkan dampak yang menciptakan suasana teror dan ketakutan di kalangan warga sipil.

“Selain melakukan pelatihan militer, mereka juga melakukan intimidasi dengan berbagai senjata dan modus teror yang mengancam warga sipil yang tidak sependapat dengan mereka,” kata majelis.

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *