Komas-HAM-696x390.jpeg

Astaghfirullah! Komnas HAM Ngeles Begini Tidak Hadir Rekonstruksi Penembakan Laskar FPI

Diposting pada
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam (Tangkapan layar)

Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi kasus baku tembak antara polisi dan anggota Front Pembela Islam (FPI) di Tol Jakarta-Cikampek KM 50, Karawang, Jawa Barat.

Namun, Komnas HAM memilih tidak ikut dalam rekonstruksi insiden penembakan enam anggota laskar FPI pengikut Rizieq Shihab yang digelar Bareskrim Polri tersebut. Komisioner Komnas HAM Choirul Anam beralasan sebagai berikut:

“Karena memang ada dua. Yang pertama adalah di saat undangan itu kami terima itu siang kami terima, terus karena saya bertanggung jawab, di malam itu nggak memungkinkan, karena hampir semua bahan, data, keterangan, yang sudah kami peroleh sedang kami konsolidasikan untuk pemeriksaan kapolda dan pihak reskrim di Mabes Polri karena kami panggil, habis itu juga Jasa Marga, makanya tidak ada waktu itu, satu,” kata Choirul Anam, dalam acara d’Rooftalk: ‘Menyoal Tewasnya 6 Laskar FPI’ seperti ditayangkan detikcom, Rabu (16/12/2020).

Chorirul Anam melanjutkan, Alasan kedua adalah Komnas HAM sudah terlebih dahulu melakukan pengecekan ke lokasi. Bahkan dia menyebut ke lokasi kejadian sampai lebih dari tiga kali.

Baca Juga :  Astaghfirullah! JAD Ternyata Organisasi yang Jadi Sayap FPI

“Yang kedua, memang kami lebih dulu, bahkan sebelum waktu digelar oleh pihak kepolisian, saya sudah ke sana mungkin empat atau lima kali, termasuk juga di jam yang sama,” ujarnya.

Choirul Anam pun mengungkapkan cakupan lokasi untuk rekonstruksi lebih luas. Oleh sebab itu, akhirnya, Komnas HAM memutuskan tak ikut rekonstruksi yang digelar Polri.

“Jadi terakhir itu saya ke sana itu, saya nyisir mulai jam 11.00 malam sampai jam 04.00 pagi, di situ. Jadi memang akhirnya kami putuskan nggak gabung dulu deh,” imbuhnya.

Seperti diketahui, Polri menggelar rekonstruksi tewasnya enam anggota laskar FPI pengikut Habib Rizieq di Tol Jakarta-Cikampek. Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo mengatakan hasil rekonstruksi itu belum final.

“Rekonstruksi yang kita lakukan tadi malam adalah bagian dari proses penyidikan yang dilakukan oleh Bareskrim Polri. Artinya, rekonstruksi yang dilakukan belum merupakan hasil final,” kata Komjen Sigit dalam jumpa pers di Mabes Polri, Selasa (15/12).

Bareskrim Polri kemudian membuka kemungkinan adanya rekonstruksi kembali. Rekonstruksi lanjutan dilakukan jika ada temuan bukti baru.

Baca Juga :  Serahkan Diri, Menteri Sosial Juliari Batubara Masih Diperiksa KPK

“Ya kalau memang ada fakta baru, ada bukti baru, tentu perlu dilakukan rekonstruksi, ya dilakukan,” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi saat dihubungi, Selasa (15/12).

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *