Astaghfirullah! Nasihat kiai Ishom untuk Felix Siauw Dibalas dengan Air Tuba – Aspiratif News

Views: 1427
Read Time:4 Minute, 6 Second

Astaghfirullah! Nasihat kiai Ishom untuk Felix Siauw Dibalas dengan Air Tuba – Aspiratif News

KH Ahmad Ishomuddin memperoleh cacian dan celaan dari pengagum Felix Siauw sesudah dia memberikan koreksi atas kekhilafan fatal Felix Siauw dalam memahami dan mengutip ayat al-Quran .

Berikut tulisan kiai Ishom terkait nasihat dan koreksi untuk Felix Siauw yang dibalas dengan air tuba oleh pengagumnya.

‘Sekali Lagi terkait Kritik Saya untuk Saudara Felix Siauw’

Nasehat saya untuk Felix Siauw terkait bacaan al-Qur’annya, Surat al-Jumu’ah ayat ke-1, yang banyak salah itu ternyata memperoleh cukup banyak tanggapan dan komentar, baik langsung maupun tidak dari para pembaca. Saya bukan cuma memperoleh pujian, tetapi juga panen kritikan dan celaan dari para pengagumnya, mulai dari yang disampaikan dengan sindiran sampai yang tidak sopan. Memperoleh pujian, popularitas, atau menghindari kritik dan celaan sama sekali bukanlah maksud hidup saya. Keduanya dapat dan biasa saya terima dengan rasa syukur dan rasa sabar.

Saya menyampaikan kritik itu karena Felix Siauw bukanlah musuh saya, melainkan karena dia saudara saya sesama muslim, sebangsa, dan sesama manusia yang beda nasab, beda nasib, beda nisab, beda pandangan, dan beda pendapatan. Semua itu saya lakukan dengan tulus dalam 3 kerangka niat, yaitu tawashaw bil-haqqi (saling memberi advis untuk berlaku benar), tawashau bish-shabri (saling memberi advis untuk bersikap sabar), dan tawashau bil-marhamah (saling memberi advis agar berkasih sayang). Minimal agar jadi bahan renungan bagi kita semua yang sempat membacanya.

READ  Big Bos ISIS Abu Bakar Al-Baghdadi Meninggal Ledakkan Diri dengan Bom

Apa yang saya tuliskan itu hanyalah pembuktian berdasar data, ceramahnya di Youtube, dan tanpa sedikitpun dusta, apalagi fitnah terhadapnya, bahwa kebenaran ilmiah tidak dapat disanggah. Para pengagum Felix Siauw pun tidak sanggup membelanya, kecuali cuma dengan mencaci maki saya sekenanya. Tidak seorangpun di antara mereka yang sanggup memperlihatkan kekeliruan tulisan ilmiah saya itu.

Kritik saya terhadapnya, dan siapa saja yang bersifat sama dengannya dalam membaca al-Qur’an, sengaja saya tuliskan di media sosial bukan dengan niat untuk mencemarkan nama baiknya, melainkan karena ceramahnya sebagai data yang saya kritisi itu juga disebarluaskan melalui media sosial, dan karena kesibukan yang amat padat tidak memungkinkan bagi saya untuk menemuinya.

Nasehat atau kritik saya itu untuk menjaga agama dari penyimpangan. Walaupun saya menyebut nama jelasnya, tanpa inisial, sesungguhnya kritik itu saya tujukan juga untuk siapa saja, khususnya untuk para ustadz “selebritis” yang rajin berdalil dengan ayat al-Qur’an dalam ceramahnya, akan tetapi masih salah dilihat dari bermacam sisi ilmu, salah makharij al-huruf-nya, salah tajwid-nya, tidak pas i’rab-nya, melenceng terjemahnya dan tafsirnya, penyimpulan hukumnya, maupun tidak ditempatkan pada tempatnya. Apalagi jikalau motivasinya untuk mencari keuntungan duniawi dan atau sebagai pembenar dari suatu aktifitas politik penegakan khilafah untuk menggantikan NKRI, walaupun dibungkus dengan argumentasi dakwah.

READ  Waktu Santri Cirebon Nyanyikan Kasidah Kesukaan Mbah Moen untuk Rabbi Yahudi di Gereja - Warta Batavia

Bayangkan betapa destruktifnya suatu usaha untuk menghalalkan bermacam-macam cara untuk meraih kekuasaan politik penegakan khilafah, di mana ayat al-Qur’an (baca: agama) cuma dijadikan sebagai alat pembenar bagi hawa nafsu para pejuangnya. Bayangkan betapa amat memprihatinkan jikalau seseorang yang telah bergelar ustadz itu terus merekrut pengikut sebanyak-banyaknya dari kalangan awam untuk menegakkan khilafah, sebuah mimpi besar, padahal membaca 1 ayat al-Qur’an dengan benar saja tidak sanggup. Bayangkan betapa kata “khilafah” yang sama sekali tidak disebut dalam 1 ayatpun dalam al-Qur’an dipahami sebagai satu-satunya sistem pemerintahan dan bentuk negara yang absah, menafikan dan men-taghut-kan semua sistem, bentuk negara selainnya, dan semua peraturan perundang-undangan buatan manusia tanpa kecuali, dengan sambil mengutip ayat al-Qur’an yang menyebut manusia sebagai “khalifah”.

Dari sisi tersebut, propaganda penegakan khilafah yang kesannya benar karena dilandasi ayat soal “khalifah” ialah khilaf yang nyata dan membahayakan persatuan, khususnya Persatuan Indonesia. Yang oleh sebab itu, siapa pun “pendakwahnya” Penting merenungkan kembali apa yang saya nasehatkan itu, agar kembali ke jalan yang benar, ialah belajar agama kembali untuk mencari kebenaran hakiki dan Turut serta mencintai tanah tumpah darahnya.

READ  Menaker dan Atase Tenaga Kerja Membicarakan Pelindungan Pekerja Migran - Aspiratif News

Menyampaikan nasehat ialah melaksanakan kewajiban, karena nasehat itu amat berguna bagi orang yang beriman. Nasehat atau kritik yang konstruktif itu jadi berguna cuma jikalau ada kerendahan hati, bagi yang sanggup menundukkan egonya, bagi yang mau menyadari kekeliruan gagasan dan langkah-langkahnya selama ini. Tidak mungkin atau mustahil semua muslim tersesat jalan dalam praktek beragama cuma karena tidak setuju dengan usaha “dakwah” penegakan khilafah oleh Felix Siauw beserta rombongannya. Tidak mungkin semua pemerintahan dan negara di dunia ini mutlak salah, taghut, dar al-kufri, yang karenanya wajib diperangi dan diruntuhkan. Malah yang wajib diperangi ialah hawa nafsu kita semua, khususnya hawa nafsu dan mimpi buruk para pengasong khilafah atau yang sejenisnya yang selalu haus akan kekuasaan, kedudukan, popularitas, serta “isi tas”.

KH Ahmad Ishomuddin

Sumber: https://www.facebook.com/100000876129197/posts/3272236142815558/

(Suara Islam)


Astaghfirullah! Nasihat Kyai Ishom untuk Felix Siauw Dibalas dengan Air Tuba – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *