Ormas.jpg

Astaghfirullah! Ormas Islam di Medan Bubarkan Pertunjukan Seni dan Ludahi Warga

Diposting pada
Organisasi massa Astaghfirullah!  Ormas Islam di Medan membubarkan seni pertunjukan dan meludahi warga

Sebuah acara seni Jaranan atau biasa disebut Jaran Kepang (mirip dengan pertunjukan kuda massal) di Medan, Sumatera Utara, dibubarkan oleh sekelompok orang yang mengaku sebagai organisasi Islam.

Dalam video yang beredar, sekelompok orang yang mengenakan baret merah dan seragam hitam bertuliskan “Laskar Khusus Umat Muslim FUI FUI Medan DPD” tampak menyela pagelaran kesenian yang akan digelar warga.

Dari video yang dibagikan oleh akun kuno Indonesia, terlihat bahwa kejadian tersebut terjadi pada bulan April 2021.

Awalnya, terlihat sekelompok anggota Ormas Khusus Laskar Umar Islam datang dan membubarkan massa.

Mereka juga terlihat mengangkat peralatan pertunjukan seperti replika kuda yang digunakan untuk menari. Di tempat itu juga ada beberapa genderang yang disiapkan untuk pertunjukan tari.

“Kamu menyembah setan, syirik yang menyebar kemana-mana,” kata seorang anggota ormas itu.

“Syirik, putus,” kata yang lain.

Beberapa saat kemudian, sekelompok warga tampak sedang bertengkar dan bertengkar.

“Ini hanya untuk bersenang-senang, saya tinggal di sini. Ini pesta, pesta, ”kata seorang wanita berbaju hijau.

Baca Juga :  Risma Kunjungi Korban Banjir Demak Bawa Makanan dan Selimut, Warga: Saya Tak Tahu Itu Menteri

Namun di luar dugaan, salah satu anggota ormas itu maju dan meludahi warga desa oleh lawan. Kontan, sejumlah warga sempat merasakan haru. Kerusuhan pun terjadi.

“Ludah, ya…” teriak warga yang datang.

Video tersebut mendapat beragam tanggapan dari netizen. Ada yang mengkritik tindakan tidak etis ormas yang menolak acara kesenian dan dituding sebagai aktivitas penyembahan berhala.

“Ini Indonesia
Berbagai jenis budaya, agama dan seni
Ini bukan negara Islam
Kami harus saling menghormati
Kuda yang penuh sesak dll. Mereka sudah ada sejak lama, ”tulis Sugianto.

“Kamu langsung kalah pembahasannya…” tulis Ude Wirawan.

Ormas yang dilarang muncul kembali dalam bentuk yang berbeda, namun Hasan Hasan dan kawan-kawan meneriakkan hal yang sama. FUI membela Islam, tapi siapa tahu Islam yang mereka anut itu bukanlah Islam asli Indonesia. Itu harus dibubarkan. lagi, ”tulis Boru Manulang Debora.

“Ini seperti depan… namanya berubah, apalagi kalau ada prasasti SATGAS KHUSUS UMAT ISLAM, minta aparat membubarkan satgas khawatir gaya bermain musyrik itu semua… kafir…. Bareskrim Polri” tulis Antoni Haposan Butarbutar Simananduk.

Baca Juga :  Mendagri Ungkap Alasan Pemerintah Pakai Istilah PPKM, Bukan PSBB

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *