RZq-1-1-696x391.jpeg

Astaghfirullah! Penangguhan Tak Dikabulkan, Kuasa Hukum Rizieq ‘Manfaatkan’ Kematian Maaher

Diposting pada
Habib Rizieq (Rifkianto Nugroho/detikcom)

Kuasa hukum Rizieq, Aziz Yanuar, mengambil manfaat dari kematian Maaher At-Thuwailibi. Aziz menuding aparat kepolisian akan me-maaher-an kliennya (Rizieq Shihab) karena permohonan pembantaran kliennya tidak pernah dikabulkan polisi.

Hal itu dikatakan Aziz, usai Soni Eranata alias Maheer At-Thuwailibi, meninggal dunia di Rumah Tahanan Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (8/2/2021).

“HRS berulang kali ajukan permohonan pembantaran dan penangguhan untuk pemulihan kesehatan, tapi juga tidak dipedulikan.”

“Apa HRS mau di-Maheer-kan? Itu kata beliau,” kata Aziz seperti dikutip dari tribunnews.com, Selasa (9/2/2021).

Baca: Alhamdulillah! Keluarga Tegaskan Isu Maaher Disiksa Hoaks, Ini Faktanya

Kini, kondisi Rizieq Shihab, kata Aziz, belum bisa dikatakan pulih maksimal.

“Masih pemulihan,” ucapnya.

Sebelumnya, beredar kabar hoaks penyebab kematian Maaher. Kabar tersebut mengatakan bahwa Maaher mengalami penyiksaaan sebelum meninggal.

Namun, kabar tersebut langsung dibantah pihak keluarga Maaher. Pihak keluarga membantah isu liar mengenai Maaher At-Thuwailibi mengalami penyiksaan saat ditahan di Rutan Mabes Polri. Pihak keluarga menegaskan selama ditahan Ustadz Maaher diperlakukan dengan baik.

Baca Juga :  PA 212 Sebut Pemeriksaan Habib Rizieq Akan Dikawal Massa, Polri: Negara Tak Boleh Kalah

“Aman kok, almarhum nggak disiksa. Sejauh ini penyidik perlakuannya baik,” ujar Jamal, kakak ipar almarhum Ustadz Maaher di Pondok Pesantren Tahfizh Daarul Quran, Cipondoh, Tangerang, Banten, Selasa (9/2/2021).

Jamal menuturkan, banyak pihak yang menanyakan ihwal kebenaran almarhum mengalami penyiksaan sebelum meninggal dunia. Dia pun menegaskan kabar tersebut merupakan hoax.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Rusdi Hartono juga merespons informasi simpang siur yang berkembang di masyarakat mengenai penyebab kematian Maaher At-Thuwailibi atau Soni Eranata di dalam rumah tahanan Mabes Polri.

Dia mengingatkan untuk tidak menyebarkan berita bohong terkait kematian Maaher karena itu merupakan tindak pidana.

“Jika ada keraguan agar bertanya kepada pihak yang berkompeten,” katanya seperti dikutip dari Suara.com, Rabu (10/2/2021).

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *