Astaghfirullah! Pihak Ini Menyebut Kue Klepon Tidak Islami dan Wajib Dijauhi – Aspiratif News

Views: 1733
Read Time:2 Minute, 10 Second

Astaghfirullah! Pihak Ini Menyebut Kue Klepon Tidak Islami dan Wajib Dijauhi – Aspiratif News

37 Views


Read Time:1 Minute, 58 Second

Astaghfirullah! Pihak Ini Menyebut Kue Klepon Tidak Islami dan Wajib Dijauhi

Agama Islam makin dibuat sempit oleh mereka yang berpikiran sempit. Jangankan jadi Rakhmatan lil ‘alamin, jadi “Rakhmatan lil Klepon” saja sepertinya mulai sulit. Inilah cara berislam yang makin dibusukkan dari dalam, seakan Islam cuma didesain untuk masarakat dan budaya Arab. Apa yang diutarakan oleh Faraj Faudah, seorang intelektual Islam Mesir, bahwa Islam sulit untuk maju jikalau selalu digiring ke arah disparitas remeh temeh, seperti urusan Klepon dan Kurma ini.

Ialah pemikiran Sayyid Qutb yang jadi awal segalanya. Melalui kitab “Fi Dzilal al-Qur’an” Sayyid Qutb mengeluarkan konsep “Hakimiyah”, yaitu konsep yang menganggap kafir orang lain jikalau tidak sama dengan golongan mereka, bahkan dianggap golongan Jahiliyah – orang-orang yang masih bodoh. Dari pemikiran Qutb ini, muncul pemikiran lanjutan yang mengamininya. Saleh Sariyah mecatat “Risalah al-Iman” yang menganjurkan untuk mengafirkan pemerintah yang dibentuk melalui sistem demokrasi (karena dianggap tidak Islami), dan diharuskan memeranginya.

READ  Kecepatan, Kesehatan, dan Kualitas - Aspiratif News

Konsep Hakimiyah Sayyid Qutb ini juga yang kemudian memicu pembentukan bermacam kelompok, seperti yang dimotori oleh Syukri Musthafa di Mesir bernama “Al-Takfir wa al-Hijrah”. Gerakan yang ditiru oleh beberapa kelompok serupa di Indonesia yang melahirkan istilah “Hijrah” melalui kajian Tarbiyah dan Halaqoh (Liqo’) yang merebak belakangan ini. Tidak heran mereka yang merasa telah “berhijrah”, akan sibuk menyalahkan atau mengafirkan orang lain yang dianggap tidak sama pemahamannya.

Tafsir-tafsir agama yang sempit membikin Islam makin kehilangan pesona. Kita cuma melihat seakan ketertarikan orang ke Islam makin marak karena mempergunakan para pesohor sebagai “branding influencer”, tapi kita tidak pernah berhitung sudah berapa banyak orang awam yang meninggalkan Islam karena pola dakwah berbasis “Hakimiyah” seperti yang diusung Sayyid Qutb ini.

Saya jadi teringat kalimat Grand Syeikh Universitas Al-Azhar Mesir, Mahmud Syaltut: “Indonesia ialah Qith’ah min al-Jannah, Serpihan Surga. Negeri yang makmur dengan keragaman dan kedamaian yang menawan.” Beliau ialah orang Arab asli, bukan orang kita yang berseragam Korpri tapi berbentuk Gamis.

READ  Peran Penting Generasi Millenial dalam Mencegah Maraknya Hoax

Islah Bahrawi

Sumber: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10217060738245414&set=p.10217060738245414&type=3

(Suara Islam)

Astaghfirullah! Kubu Ini Menyebut Kue Klepon Tidak Islami dan Wajib Dijauhi


Astaghfirullah! Kubu Ini Menyebut Kue Klepon Tidak Islami dan Wajib Dijauhi – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *