mengapa-ada-gejolak-di-tubuh-pks.jpg

Astaghfirullah! Politikus PKS Terjerat Kasus Pencucian Uang

Diposting pada
Ilustrasi

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menjadwalkan memeriksa dua pegawai negeri sipil (PNS), bernama Bondan dan Nandi, Rabu (3/2/2021). Kedua abdi negara itu bakal diperiksa sebagai saksi kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat mantan Wakil Ketua Komisi V DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Yudi Widiana Adia.

“Saksi Bonda dan Nadi dari PNS diperiksa sebagai saksi dalam penyidikan perkara dugaan TPPU YWA (Yudi Widiana Adi),” kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi, Rabu (3/2/2021).

Sebelumnya, penyidik KPK juga telah memanggil dua orang saksi dalam kasus ini, yakni Us Us Ustara dan Rikit Framanik. Mereka juga ditelisik soal pencucian uang yang diduga dilakukan Yudi atas uang suap yang diterimanya.

Diketahui, KPK menetapkan Yudi Widiana Adia sebagai tersangka pencucian uang pada Februari 2018 lalu. Yudi diduga menerima sekitar Rp 20 miliar saat menjabat sebagai wakil ketua Komisi V DPR dari proyek-proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) di Maluku, Maluku Utara, dan Kalimantan.

Baca Juga :  Al-Azhar Mesir: Mengabaikan Bahaya Covid-19 adalah Kejahatan

Yudi diduga telah menyamarkan atau mengubah bentuk uang suap yang diterimanya menjadi aset tidak bergerak dan bergerak, seperti sejumlah bidang tanah, rumah, mobil dan lainnya. Aset-aset itu menggunakan nama orang lain. Dari penelusuran yang dilakukan KPK ditemukan ketidaksesuaian antara penghasilan Yudi dengan aset yang dimilikinya.

Yudi saat ini sedang menjalani hukuman 9 tahun pidana penjara lantaran terbukti menerima suap Rp 6,5 miliar dan US$ 354.300 atau senilai total Rp 11,5 miliar terkait proyek jalan milik Kempupera tahun anggaran 2015 dan 2016 yang menjadi program aspirasi DPR.

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *