IMG-20201206-WA0001-696x392.jpg

Astaghfirullah! Spanduk Fitnah dan SARA Serang Muhamad-Saraswati, Jubir: Ada yang Panik karena Kami Unggul!

Diposting pada

Menjelang Pilkada 9 Desember 2020, kondisi politik di Tangerang Selatan semakin memanas.

Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan nomor urut 1 Drs H Muhamad M.Si dan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo diserang dengan spanduk-spanduk yang berisi kampanye hitam, fitnah dan bernuansa SARA.

Spanduk-spanduk itu dipasang oleh orang-orang tak dikenal di jalanan Kota Tangsel secara mencolok Sabtu 5 Desember 2020.

Menanggapi aksi itu, Juru Bicara Tim Pemenangan Muhamad-Saraswati, Ratih Utami menganggap ada pihak-pihak yang panik karena Paslon Muhamad-Saraswati diunggulkan dari hasil survei lembaga kredibel.

“Ada pihak-pihak yang panik, karena Muhamad-Saraswati diunggulkan melalui hasil survei lembaga kredibel seperti Indikator, karena panik mereka memakai cara-cara kotor seperti fitnah dan memainkan politik identitas agama,” tegas Ratih Utami.

Spanduk-spanduk fitnah itu bertuliskan ‘korupsi lobster’ dan menggunakan istilah ‘domba’ yang bernuansa agama.

Akun twitter @RahayuSaraswati sempat mencuitkan rekaman video relawan Muhamad-Saraswati yang sedang mencopot spanduk-spanduk tersebut.

Timses Muhamad-Saraswati menganggap aksi itu sebagai upaya pembunuhan karakter. Karena Muhamad-Saraswati tidak pernah terkait dengan kasus-kasus di KPK, berbeda dari kasus korupsi alkes di Tangsel yang sudah terbukti yang menyeret Chaeri Wardana alias Wawan, paman dari Pilar Saga Ichsan.

“Kami dizalimi dengan spanduk-spanduk fitnah itu, modus pembunuhan karakter, Muhamad-Saraswati adalah paslon yang bersih, tidak pernah disebut oleh KPK, tidak pernah dipanggil KPK, yang jelas korupsi itu dan sudah terbukti adalah korupsi alkes di Tangsel, pelakunya sudah divonis Chaeri Wardana alias Wawan” kata Ratih Utami yang juga Wakil Sekretaris DPW PSI Banten.

Timses Muhamad-Saraswati tetap yakin warga Tangsel sudah cerdas dan tidak akan terprovokasi oleh spanduk fitnah.

“Kami yakin warga Tangsel sudah cerdas, tidak bisa diprovokasi oleh fitnah dan isu SARA, korupsi alkes publik Tangsel sudah tahu semua, termasuk yang pernah dipanggil KPK yang saat ini ikut mencalonkan di Pilkada.” pungkas Ratih Utami.

(Warta Batavia)

link sumber

Baca Juga :  [Video]10 Alasan Mengapa Ansarullah Menolak Usulan Damai Arab Saudi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *