Waloni-696x464.jpg

Astaghfirullah! Yahya Waloni Tak Mau Lanjut Ceramah Jika Honornya Tidak Ditambah

Diposting pada

Yahya Waloni kembali menjadi perbincangan di media sosial. Yahya disorot setelah dia mengatakan bahwa biaya menjadi pendeta jauh lebih tinggi ketika dia berdakwah ketika dia masuk Islam.

Merujuk pada video viral ‘Jika Mengejar Amplop, Waktu Pendeta Lebih Besar’ di kanal YouTube termometer Islam, Yahya Waloni mengatakan bahwa jika dia mencari uang dari dakwah, maka dia menjadi pendeta karena menerima bayaran yang besar. lebih tinggi.

Dikutip Suara.com, ia mengaku tidak menyesal pindah agama karena merasa memberikan hikmah bukan untuk menjadi kaya, melainkan menebarkan kebaikan kepada seluruh pendengar dan jemaah.

“Kalau soal dakwah, saya tidak mau jadi amplop. Masalahnya amplop yang ada saat menjadi kafir (sebagai imam) itu nilainya lebih tinggi,” kata Yahya Waloni.

Namun, menarik untuk dicatat bahwa kata-katanya berbeda dari video viral yang menunjukkan dia berbicara di masa lalu.

Dalam video tersebut, tampak Yahya Waloni berhenti dakwah karena jam pelajarannya sudah habis. Kemudian dengan enggan dia melanjutkan. Namun, dia menyebutkan kasus pendapatan jika dia ingin melanjutkan.

Baca Juga :  Kabareskrim soal Rekonstruksi Tewasnya 6 Laskar FPI: Belum Hasil Final

“Waktu telah berlalu (untuk konferensi). Karena diberi waktu satu setengah jam. Saya berhenti tepat satu setengah jam. Hai, sudah jam sembilan. Jangan menambah (waktu), konsistenlah. Bersikaplah konsisten, “katanya. Kata itu. Dalam video.

“Kalaupun mau meningkat, bagiannya harus (bertambah),” sambungnya.

Pria yang akrab disapa Yopie Waloni ini adalah pembicara kelahiran Manado, Sulawesi Utara, 50 tahun silam. Sebelum menjadi mualaf, dia mengaku sebagai pendeta.

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *