IMG_20201212_094942-696x696.jpg

Astaghfirulllah! Ustad NU Bongkar Kemesraan JNE dengan Ustad 212 Haikal Hassan

Diposting pada

PT JNE, perusahaan jasa pengiriman barang, menjadi sorotan warganet di media sosial Twitter. Hal ini karena, akun resmi JNE mengunggah video Haikal Hassan yang mengucapkan selamat ulang tahun ke-30 kepada JNE. Video tersebut mendapat reaksi dan komentar negatif dari warganet.

Menanggapi komentar negatif dari warganet tersebut, JNE langsung menghapus video Haikal, sekaligus menyampaikan kalimat tegas berikut.

“JNE merangkul semua golongan dan tidak memihak pada agama, suku bangsa, ras, dan pandangan politik tertentu.

Namun, terungkap fakta bahwa selama ini JNE sangat dekat dan mesra dengan salah satu ustad pendukung 212, Haikal Hassan.

Dalam postingan di akun FBnya, ustad Cep Herry Syaifuddin mengungkap kemesraan JNE dengan Haikal Hassan. Dia merasa kaget ketika menemukan beberapa postingan yang mengatasnamakan JNE bernada bisnis kepada NU.

“Saya kaget membaca suatu postingan yang mengatasnamakan Komunitas JNE yang bernada sinis kepada NU dan badan otonom (banom)nya, (ini benar atau tidak, tolong bantu penjelasannya)”, kata ustad Cep Herry di akun FBnya.

Baca Juga :  Polda Metro: Tak Usah Turun Aksi 1812, Perwakilan Massa Bisa Temui Kapolda

Namun, menurutnya, beredarnya foto kemesraan Haikal dengan JNE turut memperkuat asumsi adanya kemesraan atau kedekatan komunitas mereka dengan ngustadz yang banyak bermasalah dalam pidato dan komentarnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa hal ini harus disikapi dengan tegas dan menolak siapapun yang mendukung intoleransi dan khilafah .

“Saya pribadi punya prinsip untuk bela NU dan NKRI. Menolak segala kelompok yang radikal, mendukung khilafah, intoleransi, dan yang gemar membangkang pada pemerintah yang sah, serta kerap kali melancarkan kebencian, caci maki dan fitnah”, imbuhnya

Wakil Rois Syuriah PCNU Kab. Bogor tersebut juga akan memberikan shock teraphy kepada JNE dengan berhenti menggunakan jasa pengiriman lewat JNE, hingga ada perubahan yang signifikan bahwa keberpihakannya sudah beralih kepada golongan Islam yang moderat, toleran, dan pro kebangsaan (minimal berpihak pada perjuangan NU dan Muhammadiyah).

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *