Aswaja NU Center Jember Dorong Pemuda Paham Merawat mayat – Aspiratif News

Aswaja NU Center Jember Dorong Pemuda Paham Merawat Jenazah
Views: 647
Read Time:1 Minute, 57 Second

Aswaja NU Center Jember Dorong Pemuda Paham Merawat mayat – Aspiratif News

Jember, Aspiratif News

Merawat jenazah, sepintas terkesan sebagai pekerjaan yang  gampang. Tetapi nyatanya  sedikit warga masyarakat yang  dapat dan mau merawat jenazah waktu ada tetangganya meninggal dunia.  Biasanya perawat jenazah ialah orang-orang tertentu, dan  itu-itu juga yang melakukan pekerjaan sosial tersebut.


“Padahal  regenerasi mesti terjadi, karena yang tua pada saatnya mesti  diganti ” ujar  Sekretaris Aswaja NU Center Jember, Muhammad  Kholili waktu Pelatihan Merawat mayat di halaman masjid Baitus Salikin, Kelurahan Sempusari, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (14/7) malam.


menurutnya,  masyarakat  khususnya generasi muda bukan cuma tidak berminat belajar  merawat jenazah,  tapi juga  ogah untuk jadi perawat jenazah. Alasannya karena merawat jenazah Ialah tugas kyai kampung  atau sesepuh di sekitarnya. Padahal merawat jenazah  mulai dari memandikan, mengkafani sampai menguburkan jenazah  ialah fardu kifayah.


“Artinya, kalau dalam 1 lingkungan ada yang meninggal  dunia, tapi di sisi lain tidak ada yang  dapat dan mau merawat sampai jenazah tersebut terlantar,  maka dosa semua warga di lingkungan itu,” ungkapnya.  

READ  Sumsel Siapkan Enam Pesawat dan Helikopter Antisipasi Karhutla - Aspiratif News


Aktivis migrat care itu mengakui bersyukur bahwa sampai waktu ini perawatan jenazah di kalangan NU masih bersifat sosial. Kecuali berpahala, merawat jenazah  juga Ialah bentuk perhatian  dan tolong-menolong  dalam  berhadapan dengan orang  (Famili) yang dirundung  duka.


“Perawat jenazah melakukan tugasnya sebagai bentuk perhatian sosial, niat membantu Famili yang ditinggal. Malah kalau di desa-desa, yang  menguburkan rebutan,” jelasnya.


Di tempat yang sama, Ketua LBMNU (Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama) Jember,  kiai Syukri Rifa’i Menegaskan,  perawatan jenazah tidak cuma  untuk memenuhi kewajiban syar’i juga membangun  simpati atau Turut berduka bagi Famili yang ditinggal.


“Bayangkan misalnya kalau tidak ada yang merawat jenazah, ini sekali lagi misalnya, betapa kian berdukanya Famili yang ditinggal,” lanjutnya.


Ia berencana secara berkala akan menyelenggarakan Pelatihan Merawat  mayat dengan tempat tidak sama agar kian banyak orang yang  dapat merawat jenazah. Yang paling diinginkan terlibat dalam pelatihan itu ialah  para pemuda, agar  mereka tidak cuma sibuk dengan gawai tapi juga tahu cara merawat jenazah dengan benar.

READ  Pemerintah Akan Bantu Pesantren Hadapi Normal Baru, RMI PBNU: Kita Wajib Kawal - Aspiratif News


“Semoga terlaksana, akan kami programkan secara berkala,” pungkasnya.


Pelatihan Merawat  mayat yang diikuti 100-an peserta tersebut digelar  hasil kerja sama antara Aswaja NU Center Jember dan LBMNU Jember .


Pewarta: Aryudi AR

Editor: Ibnu Nawawi

Aswaja NU Center Jember Dorong Pemuda Paham Merawat mayat – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *