Australia Gandeng Muhammadiyah dan NU Atasi Pandemi Covid-19

Australia-Gandeng-Muhammadiyah-dan-NU-Atasi-Pandemi-Covid-19-Duta-Besar-Australia-untuk-Indonesia-Gary-Quinlan.jpg
Views: 874
Read Time:2 Minute, 33 Second

Australia Gandeng Muhammadiyah dan NU Atasi Pandemi Covid-19

JAKARTA – Negara Australia menggandeng Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) untuk menanggulangi wabah Covid-19. Australia akan menyediakan biaya sebesar AUD2,2 juta atau kisaran Rp 22 miliar untuk menyokong organisasi penanggulangan bencana Muhammadiyah dan NU untuk merespon wabah Covid-19.

Biaya tersebut akan menyokong aktifitas pencegahan berbasis masarakat, membangun kemampuan lokal dan memastikan ketahanan pangan bagi rumah tangga yang penghidupannya terganggu oleh pandemi.

“Sebab pandemi ini berlangsung dengan cepat dan dampak jangka panjangnya masih belum diketahui, kami memposisikan fokus yang kuat pada sokongan melalui organisasi lokal untuk menyokong usaha pemerintah dalam fase respons dan pemulihan,” kata Duta Besar Australia untuk Indonesia Gary Quinlan.

Baca juga : AS Cetak Sejarah Suram dengan 3 Juta Orang Positif Covid-19

“Ini akan memastikan usaha kita Disokong oleh pengetahuan lokal, menyokong prioritas lokal, dan berkontribusi pada kemampuan dan akuntabilitas lokal,” imbuhnya dalam pengumuman yang diterima Sindonews, Rabu (8/7/2020).

READ  Indonesia - Rusia Akan Kerjasama Kembangkan Vaksin dan Obat Covid-19
Duta Besar Australia untuk Indonesia Gary Quinlan

Australia sudah mengadaptasi program pembangunan (2019-20) yang diestimasikan sebesar AUD 298,5 juta di Indonesia, memprioritaskan AUD 44,8 juta untuk menyokong respons kesehatan, kemanusiaan dan ekonomi Indonesia kepada Covid-19, termasuk AUD 21 juta dalam bentuk inisiatif-inisiatif baru.

Baca juga : Wabah Covid-19 Makin Parah di AS, Sehari 39.000 Orang Terinfeksi

Melalui program SIAP SIAGA, Persahabatan Indonesia Australia untuk Kesiapsiagaan Bencana, Australia akan memberikan AUD 1 juta untuk NU untuk Lembaga Penanggulangan Bencana dan Pergantian Iklim (LPBI NU) dan AUD 1,2 juta lainnya ke Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC).

“Kolaborasi ini bermaksud untuk membantu menyokong pemerintah dalam memperkuat ketahanan masarakat dan rumah tangga dalam berhadapan dengan Covid-19 dan beradaptasi dengan new normal melalui peningkatan usaha pencegahan berbasis masarakat,” kata Ketua LPBI NU, M. Ali Yusuf.

“MDMC akan fokus pada kampanye pendidikan dan memastikan keamanan pangan kubu yang paling rentan: korban PHK, mereka yang tidak menerima sokongan sosial pemerintah, rumah tangga yang dikepalai perempuan, lansia, dan penyandang cacat,” kata Rahmawati Husein, Wakil Ketua MDMC.

READ  Perguruan Tinggi Penting Perkuat Pemanfaatan Digitalisasi Revolusi 4.0

Program SIAP SIAGA juga bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan kementerian lain untuk menyokong pekerjaan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Indonesia yang mengoordinasikan respons kepada krisis ini.

Baca juga : Mahfud MD Menyebut COVID-19 Jadi Fokus Inti Pemerintah

SIAP SIAGA ialah Glosarium 5 tahun antara Pemerintah Indonesia dan Australia untuk memperkuat manajemen risiko bencana di Indonesia.

Akumulasi Perkara positif Covid-19 di Indonesia sampai 8 Juli 2020 pukul 12.00 WIB mengalami penambahan sebanyak 1.853 pasien positif jadi 68.079 orang. Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menerangkan, penambahan Perkara positif tersebut diambil dari hasil uji pemeriksaan sebanyak 22.183 spesimen.

“Sehingga total yang sudah diperiksa sebanyak 968.237 spesimen,” terang Yuri di Media Center Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan COVID-19 Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta.

Kecuali itu, Yuri menjelaskan waktu ini pasien yang sembuh bertambah 800 orang sehingga akumulasinya jadi 31.585 orang. Sementara itu, Perkara meninggal bertambah 50 orang sehingga akumulasinya jadi 3.359 orang.

READ  Hari Raya Idul Kurban 1441 akan jatuh pada 31 Juli 2020

Australia Gandeng Muhammadiyah dan NU Atasi Pandemi Covid-19

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *